Breaking News:

Belum Ada Jalur Khusus Sepeda, DLHP Sebut Jalan di Kabupaten Bondowoso Sempit

Belum ada jalur khusus sepeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) sebut jalan di Kabupaten Bondowoso sempit.

TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Warga sedang mengayuh sepeda di jalanan Bondowoso. Jalur sepeda belum tersedia di jalan wewenang Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jumat (19/2/2021). 

Reporter: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Bersepeda merupakan salah satu kegiatan populer di masa pandemi Covid-19 (virus Coroa), termasuk di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Saat pagi menjelang maupun sore hari, banyak dijumpai masyarakat yang mengayuh sepeda angin di jantung Kota Tape. Kegiatan ini dilakukan agar kondisi badan tetap bugar.

Namun, sayangnya masih belum ada jalur sepeda di jalanan Bondowoso. Padahal dengan adanya jalur khusus itu, akan memberikan rasa aman bagi pesepeda.

Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Rubiyanto membenarkan hal itu.

"Hingga kini, belum ada jalur khusus sepeda, khususnya di jalanan wewenang Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Mengingat lebar jalannya masih terbatas," katanya, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Pengembangan Wisata Heritage Bondowoso Terhalang Anggaran, Dindikbud Imbau Masyarakat Turut Berperan

Baca juga: 1.700 Bidang Tanah Aset Pemkab Bondowoso Belum Bersertifikat, Sertifikasi Ditarget Rampung 3 Tahun

Ia mengungkapkan, di Jalan PB Sudirman, Bondowoso sebenarnya pernah diberi jalur untuk becak atau sepeda angin.

Jalan PB Sudirman merupakan jalan yang wilayahnya masuk kewenangan Dishub Provinsi Jawa Timur.

"Sebelumnya ada jalur khusus sepeda atau becak di Jalan PB Sudirman. Akan tetapi, markanya sudah pudar," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pertimbangan lebar jalan menjadi penting kala membuat jalur sepeda.

Baca juga: Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Kandung Hingga Tewas, Mengaku Dendam Merasa Dikucilkan

Baca juga: Pencairan Dana Desa Lancar, Pemkab Ponorogo Sebut Penerapan PPKM Mikro Bisa Optimal

Hal itu agar nantinya tidak mengganggu pengendara lain.

"Memang tidak ada aturan khusus terkait hal tersebut. Pertimbangannya adalah dari aspek lebar jalan, karakteristik kendaraan, dan volume lalu lintas rata-rata kecepatan maksimal kendaraan," terangnya.

Apabila dibuat jalur sepeda, lanjut Rubiyanto, nantinya akan memakan ruas jalan. Sedangkan jalan kabupaten terbilang masih cukup sempit.

"Karena jalur khusus, berarti selain sepeda, kendaraan lain diminta untuk tidak menggunakan jalur itu. Belum lagi sisi jalan digunakan untuk tempat parkir umum. Jalan terbilang sempit," pungkasnya.

Baca juga: Percepat Komunikasi, Diskominfo Kota Madiun Distribusikan 30 HT ke Camat dan Lurah

Baca juga: Wakil Bupati Nganjuk Positif Covid-19, Jalani Isolasi di RSUD Kertosono Bersama Istri dan Anak

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved