Breaking News:

Kolektor Agus Riyanto Ingin Kenalkan Keris pada Generasi Milenial Sebagai Kekayaan Budaya

Kolektor keris, Agus Riyanto ingin mengenalkan keris pada generasi milenial sebagai kekayaan budaya Indonesia.

TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pengunjung menyimak penjelasan kolektor keris dalam pameran Gemstone and Antiques Fair di Ciputra World Surabaya, Jumat (19/2/2021). 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Agus Riyanto merupakan satu di antara kolektor keris.

Ia telah menggeluti hobi tersebut sejak 20 tahun lalu.

Selain karena keris memiliki sisi yang menarik, Agus rupanya juga berupaya melestarikan kekayaan budaya itu agar dapat dikenalkan pada anak cucunya.

"Sejak 20 tahun lalu, saya sudah aktif mengoleksi keris. Tidak hanya untuk diri saya sendiri, namun juga saya pamerkan di galeri untuk menarik perhatian kolektor," terang pria yang akrab disapa Agus Keris itu, saat ditemui dalam pameran Gemstone and Antiques Fair yang digelar di Ciputra World Surabaya, Jumat (19/2/2021).

Agus termasuk salah satu kolektor yang aktif mengenalkan keris. Tak hanya di Indonesia, namun juga luar negeri.

Tercatat, ada beberapa negara seperti Australia, Malaysia, dan lainnya, yang telah dikunjungi Agus untuk sekadar mengisi pameran dan mengenalkan keris.

Baca juga: Cerita Meranggi Keris di Ponorogo, Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Baca juga: Bertemu DPRD Jatim, Dewan Kesenian Jawa Timur Curhat Minimnya Alokasi Anggaran yang Diterima

Sebetulnya, Agus mengenalkan keris tidak hanya untuk milenial saja, namun juga seluruh masyarakat. Agar sama-sama memiliki penilaian yang sama terhadap keris.

"Kita semua pasti tahu, keris ini selain memiliki nilai budaya tinggi, pun banyak mitosnya. Seperti, memiliki keris di rumah untuk membantu mencari rezeki. Itu tidak benar. Masyarakat banyak mengkambinghitamkan keris untuk aktivitas ritual. Padahal, justru yang bertanggung jawab penuh adalah yang memiliki keris itu," jelas Agung.

Di Indonesia, keris tergolong dalam tiga jenis, yakni keris tua, keris enom-enoman, dan keris kamardikan yang dibuat setelah Indonesia merdeka.

Namun, Agus menerangkan, keris Majapahit masih menjadi satu-satunya keris yang banyak digemari.

Baca juga: Masker Painting Cantik Kreasi Diah Gardenia, Ada Berbagai Motif, Merak Sampai Gegunungan

Baca juga: Prediksi Tren Usaha yang Bakal Banjir Cuan di 2021, Gojek Sebut Dessert Box dan Rice Bowl Primadona

"Sebetulnya, semua keris memiliki sisi menarik yang tidak sama. Namun, sampai saat ini, keris Majapahit yang masih menjadi incaran. Itu karena cerita Majapahit yang dikenal dapat menaklukan Indonesia dan ASEAN, erat kaitannya dengan keris tersebut," tutur Agus.

Soal harga, keris bisa dibanderol dari harga Rp 500 ribu hingga miliaran rupiah. Namun, itu tergantung pada kisah, serta pemilik keris tersebut.

Agus mencontohkan, bila keris tersebut dijual oleh kolektor kenamaan, harganya bisa puluhan juta.

Namun, saat pemiliknya adalah seorang presiden, harganya pun bisa menjadi lebih mahal dari itu.

Baca juga: Seniman Muda di Surabaya Mohammad Yunus Menuangkan Keresahan Lewat Lukisan Potret Diri

Baca juga: Viral Lukisan Wajah Presiden Jokowi, Dibuat dari Goresan Tangan Pelajar SMP, Ini Pengakuan Sang Ayah

Penulis: Akira Tandika
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved