Breaking News:

Komunitas Sobung Sarka Jember Gelar Pameran Daur Ulang Sampah

Komunitas Sobung Sarka di Jember menggelar pameran daur ulang (upcycle) sampah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021.

sri wahyunik/surya
Suasana pameran daur ulang (upcycle) sampah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 di Jember, Jawa Timur. 

Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Komunitas Sobung Sarka di Jember menggelar pameran daur ulang (upcycle) sampah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021.

Pameran daur ulang sampah itu digelar di Kantor Bank Klambi Sobung Sarka, Jl S Parman Kecamatan Sumbersari Jember, mulai Sabtu (20/2/2021) dan Minggu (21/2/2021). HPSN diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Sampah yang didaur ulang itu antara lain sampah plastik, dan pakaian. Sampah plastik dan pakaian itu didaur ulang menjadi sejumlah barang, seperti tas, keset, tatakan, pita rambut, juga bean-bag.

Selain daur ulang sampah, Sobung Sarka juga menampilkan eco-enzyme, enzim hasil dari ulang sampah organik.

"Ada banyak barang hasil daur ulang atau upcycle sampah yang kami pajang di pameran ini. Kami melakukan ini sebagai contoh saja, kalau sebenarnya sampah itu bisa diolah mulai dari tingkat rumah tangga," ujar Dina Putu Ayu K, dari Komunitas Sobung Sarka, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Gus Baha : Satu Sujud Itu Lebih Nikmat Dari Dunia Seisinya Kereen

Baca juga: Gara-gara Pisah Rumah dengan Istri, Sang Ayah Tega Cabuli 5 Anak Kandungnya, Hukuman Kebiri Menanti

Baca juga: Warga Desa di Tuban Borong Mobil, Ketua DPD RI Ingatkan Pentingnya Kelola Keuangan

Dina menjelaskan, sampah bisa diolah atau didaur ulang menjadi apa saja, baik sampah organik maupun sampah non-organik.

Sampah non-organik seperti kantong plastik dan pakaian bisa didaur ulang menjadi beberapa barang yang layak dipakai. Dari pengamatan Surya, ada jilbab yang bisa didaur ulang menjadi tas belanjang yang sederhana namun kuat. Warna-warni jilbab itu makin mempercantik tampilan kantong belanja itu.

Sedangkan keset yang ditampilkan antara lain keset jahit modifikasi dari pakaian tidak layak pakai, juga anyaman kaus bekas.

"Sedangkan bean-bag ini hanya berisi cacahan pakaian tidak layak pakai," imbuh Dina kepada TribunJatim.com.

Dina berpesan, sebaiknya setiap rumah tangga sebisa mungkin mengolah sampah rumah tangga mereka supaya tidak banyak yang dibuang ke tempat sampah.

Hal itu, lanjutnya, untuk meminimalkan sampah yang terbuang ke tempat pembuangan sampah.

"Supaya tidak banyak sampah yang terbuang ke TPS. Ini sekaligus upaya gerakan meminimalkan sampah," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved