Breaking News:

Belasan Mobil Mewah di Kampung Miliarder Tuban Penyok Kecelakaan, Rupanya Pemilik Belum Bisa Nyetir

Mobil baru yang dibeli secara berbondong-bondong oleh warga setempat, setelah mendapat pencairan penjualan tanah ke Pertamina mengalami kecelakaan.

Auto 2000
Mobil warga kampung miliarder yang rusak akibat pengemudi belum mahir 

Reporter: M Sudarsono | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kabar datang dari kampung miliarder Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.

Mobil baru yang dibeli secara berbondong-bondong oleh warga setempat, setelah mendapat pencairan penjualan tanah ke Pertamina mengalami kecelakaan.

Belasan mobil yang kebanyakan bermerk toyota itupun kini masih diperbaiki oleh dealer penjualan resmi.

Branch Manager Auto 2000 Tuban, Arie Soerjono mengatakan, hingga kini sudah ada 15 mobil warga Desa Sumurgeneng yang mengalami kecelakaan.

Baca juga: Relokasi Mandiri 63 KK di Wadung Tuban Terdampak Kilang Pertamina, Dibangun Bak Perumahan Mewah

Baca juga: Duet Aksi Pencurian di Tuban yang Dilakukan Pasturi, Sasar Handphone hingga Motor

Baca juga: Orang Asing Ramai-ramai Datangi Kampung Miliarder Tuban, Tawaran Menggiurkan, Mobil Hjngga Umrah

Namun, kecelakaan itu tidak terjadi di jalan raya, melainkan di lingkungan jalan Desa setempat. Seperti saat mundur menabrak garasi.

"Sudah ada 15 mobil yang kecelakaan kecil, tapi sudah selesai perbaikan sekarang," ujar Arie dikonfirmasi, Senin (22/2/2021).

Dia menjelaskan, kendati mobil diperbaiki setelah mengalami kecelakaan kecil, namun warga tidak dikenakan biaya pembayaran.

Baca juga: Curhat Warga Miliarder Tuban, Dapat Uang Rp4 M Tapi Malah Tekor, Awalnya Tak Tahu Cuma Bisa Manut

Baca juga: Makam Warga Rembang yang Tewas di Tuban Dibongkar, Polisi Menduga Ada Kelalaian

Sales dari berbagai macam perusahaan tawarkan produknya di Kampung Miliarder Tuban
Sales dari berbagai macam perusahaan tawarkan produknya di Kampung Miliarder Tuban (TribunJatim.com/ M Sudarsono)

Pasalnya, mobil yang dibeli sudah masuk dalam klaim asuransi.

Jadi begitu mobil jadi selanjutnya bisa diambil oleh pemiliknya ataupun diantar tanpa dikenakan biaya.

"Kebanyakan diantar ke pemiliknya, mobil masuk asuransi jadi tidak usah bayar perbaikan," pungkasnya.

Kisah para miliarder baru ini terkuak usai video viral belasan mobil baru yang diangkut menggunakan truk towing tiba di desa setempat, Minggu (14/2/2021), sore.

Baca juga: Dulu Susah Sekarang Banyak Uang, Ali Sang Miliarder Baru Tuban Borong 4 Mobil & Tanah Pakai Rp 15 M

Viral warga Desa Sumurgeneng, Tuban yang kini viral karena jadi miliarder mendadak
Viral warga Desa Sumurgeneng, Tuban yang kini viral karena jadi miliarder mendadak (Tribunnews.com)

Fakta unik terungkap, beberapa warga pembeli mobil baru ternyata belum bisa mengemudi.

Wantono (40) mengatakan, memang tidak bisa nyetir sebelum membeli mobil jenis Mitsubishi Xpander.

Sehari-hari ia hanya mengendarai traktor untuk ke sawah.

Namun, setelah beli mobil ia kemudian diajari temannya hingga akhirnya mulai bisa mengemudi.

Baca juga: Di Balik Heboh Kampung Miliarder Tuban: Pesan Ahok, Ternyata ini Momen yang Sudah Ditunggu Jokowi

Baca juga: Kisah Nyeleneh Tain si Miliarder Baru Tuban, Dapat Rp 9,7 Miliar Tapi Kekeuh Tak Mau Beli Mobil Baru

Mobil baru di halaman rumah yang dibeli warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu Tuban
Mobil baru di halaman rumah yang dibeli warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu Tuban (TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO)

"Memang sebelum beli mobil ini tidak bisa nyetir, setelah beli saya belajar," ujarnya ditemui di rumahnya, Kamis (18/2/2021).

Sambil meminum air di gelas, bapak satu anak itu berdalih tak butuh waktu lama untuk belajar mengemudi mobil.

Diakuinya, masih sulit mengendari traktor yang digunakan sehari-hari untuk membajak sawah.

Meski sudah bisa mengemudi, namun pria yang mendapat Rp 24 miliar setelah menjual tanahnya 4 hektar itu belum berani mengemudi ke kota.

Mobil warga kampung miliarder yang rusak akibat pengemudi belum mahir di Tuban
Mobil warga kampung miliarder yang rusak akibat pengemudi belum mahir di Tuban (Auto 2000)

"Ya hanya di jalan desa saja mengemudinya, belum berani ke jalan raya ke kota. Saya hanya beli 1 mobil, sisanya beli tanah dan ditabung," pungkasnya.

Sementara itu, Matrawi (55) warga sekitar juga menyatakan hal sama.

Dia membeli dua mobil setelah menjual tanahnya 1/2 hektar dan mendapat Rp 3 miliar dari Pertamina.

Sebelum membeli mobil, ia juga tidak bisa mengemudikan kuda besi. Setelah beli mobil rush dan pickup ia baru belajar.

"Saya beli dulu baru belajar, sekarang sudah bisa sedikit-sedikit. Belum berani jalan ke kota, di desa dulu," tutup Matrawi.

Sekadar diketahui, lahan warga dihargai apraisal Rp 600-800 ribu per meter, untuk pembebasan lahan kilang minyak grass root refinery (GRR), patungan Pertamina-Rosneft asal Rusia, menyesuaikan lokasi.

Kebutuhan lahan untuk pembangunan kilang minyak GRR seluas 821 hektar. Rinciannya, lahan warga 384 hektar, KLHK 328 hektar dan Perhutani 109 hektar.

Investasi kilang minyak dengan nilai 16 miliar USD atau setara 225 triliun itu rencananya akan beroperasi di 2026.

Kilang GRR ditarget mampu produksi 300 ribu barel per hari.

Baca juga: Jadi Miliarder Baru, Mama Muda Tuban Ramai-ramai Mau Naik Haji ke Tanah Suci

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved