Empat Kios Penjual Pupuk Bersubsidi di Kota Batu Tidak Perpanjang Kontrak Penjualan

Empat kios penjual pupuk bersubsidi di Kota Batu tak perpanjang kontrak penjualan. Ini alasannya!

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Ilustrasi buruh mengangkut pupuk di toko UD Gangsar, Kota Batu, 2021. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Empat toko penyedia pupuk bersubsidi di Kota Batu mengundurkan diri.

Data tersebut berdasarkan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu.

Secara keseluruhan, ada 11 toko penjual pupuk subsidi yang ditetapkan sebagai kios pupuk lengkap (KPL).

Empat kios yang mengundurkan diri yakni Toko Morodadi, UD Gangsar, Toko Pertanian Purba, dan UD Agro Junrejo.

Keempatnya ternyata telah mengundurkan diri per Desember 2020 lalu.

Kabid Pertanian DPKP Kota Batu, Harijadi Agung mengatakan, distributor mengakhiri kerja sama di akhir tahun, seiring dengan habisnya masa kontrak.

Ia mengatakan, pihak toko beralasan karena penggunaan Kartu Tani kurang optimal.

”Jadi kesalahan tidak sepenuhnya di distributor, ketersediaan pupuk di distributor di Malang sebenarnya masih banyak, tetapi tidak tersalurkan,” katanya, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup di Kawasan Payung Kota Batu, Ada Perbaikan Saluran Drainase

Baca juga: Cegah Longsor di Kawasan Payung Kota Batu, Pemprov Jatim Akan Buat Sumur Pelega

Ia mengatakan, saat ini pihak distributor telah menggandeng mitra baru sebagai KPL menggantikan empat toko yang mundur.

“Mitra baru yang digandeng yakni Sumber Bening, Haggas Tani, Lestari Makmur Dadaprejo, dan satu toko di Desa Sumberejo, saya lupa namanya," ujar Harijadi.

Sementara itu, Pemilik UD Gangsar, Handoko Soekanoto mengatakan keinginan mengundurkan diri telah muncul sejak lama. Namun oleh pihak distributor tidak diperbolehkan hingga masa kontraknya habis pada 2020.

Per Januari 2021 lalu, UD Gangsar tak lagi menjadi anggota KPL.

Baca juga: Dampak Banjir Ibu Kota, Perjalanan Kereta dari Surabaya dan Malang Tujuan Jakarta Batal Jalan Lagi

Baca juga: Konsep Revitalisasi Pasar Besar Kota Malang Akan Seperti Bangunan Eropa, Jadi Dibangun Tahun 2022

Ada beberapa alasan yang diungkapkan Handoko, terkait pengunduran dirinya. Satu di antaranya karena distributor mengirim pupuk di luar pesanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved