Breaking News:

Jaga Estetika Dan Ketenteraman Kota Nganjuk, Satpol PP Tertibkan Reklame Rusak Dan Reklame Ilegal

Satpol PP Pemkab Nganjuk tertibkan reklami tidak berizin (ilegal), masa izin habis, dan rusak. Selain itu, penertiban reklame tersebut

Dok satpol PP Nganjuk
Personil Satpol PP Pemkab Nganjuk saat melakukan penertiban baliho tanpa izin di Kota Nganjuk. 

Reporter : Achmad Amru Muiz | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Jaga keindahan Kota Nganjuk, Satpol PP Pemkab Nganjuk tertibkan reklami tidak berizin (ilegal), masa izin habis, dan rusak. Selain itu, penertiban reklame tersebut juga sebagai implementasi penegakan Perda nomor 8 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), Sutikno mendampingi Kasatpol PP Pemkab Nganjuk, Abdul Wakid mengatakan, ada titik utama penertiban reklame di Kota Nganjuk. Yakni reklame di jalan Yos Sudarso, di wilayah Sukomoro, dan di Terminal Lama Kota Nganjuk.

"Umumnya reklame yang ada di tiga titik tersebut selain habis masa izinya dan juga kondisi rusak sehingga membahayakan masyarakat," kata Sutikno, Selasa (23/2/2021).

Dijelaskan Sutikno, sebenarnya sebelum dilakukan razia reklame pihaknya bersama dinas perizinan Pemkab Nganjuk sudah mengirimkan surat pemberitahuan dan peringatan kepada pemilik papan reklame. Bagi pemilik yang memperhatikan surat pemberitahuan dan peringatan tersebut sudah langsung menindaklanjuti dengan memperpanjang perizinan atau mencopot sendiri reklame yang masa izinya habis.

Baca juga: WASPADA! SMS Penipuan Bantuan Dana dari BPJS Kesehatan, Kepala KC Kediri: Cermati Laman Resmi

Baca juga: Identitas Mayat Wanita Yang Ditemukan di Sendang Sumber Tutup Masih Misterius

Baca juga: Fitri Tersingkir di Indonesian Idol Top 8, Padahal Dipuji Maia karena Punya Teknik Ini: Sudah Bagus

"Seperti papan reklame di wilayah Sukomoro yang telah diturunkan sendiri oleh pemilik karena izinya habis sebelum dilakukan penertiban," ucap Sutikno.

Memang, diakui Sutikno, pemasangan reklame dengan terlebih harus memiliki izin tersebut sudah sesuai dengan ketentuan peraturan daerah dan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disamping itu, pemasangan reklame harus memenuhi kriteria dan syarat yang telah ditetapkan untuk estetika Kota Nganjuk serta menghindari terganggunya ketenteraman serta ketertiban masyarakat.

"Untuk itulah, anggota Satpol PP senantiasa melakukan pemantauan terhadap keberadaan reklame yang terpasang di Kota Nganjuk dan wilayah Kabupaten Nganjuk. Bila ada reklame yang pemasanganya tidak memenuhi ketentuan atau tidak berizin maka akan dilakukan penertiban dengan pencopotan," tutur Sutikno kepada TribunJatim.com.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved