Breaking News:

Ketua DPD RI AA, Lanyalla Berikan Teguran ke Pelindo III, Jangan Sampai Ketiga Kali

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan teguran kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero).

Foto DPD RI
Ketua DPD RI AA, LaNyalla Mahmud Mattalitti saat Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021). 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan teguran kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) atau PT Pelindo III.

Teguran tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021).

Selain Ketua DPD RI, rapat juga dihadiri Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, Wakil Menteri II BUMN yang diwakili Asdep Kehutanan dan Perkebunan, Desty Arlainy, Kepala Otoritas Pelabuhan Pelabuhan Arif Thoha, Komisaris Utama PT Pelindo III Prof. Marsetio, dan Direktur Utama PT Pelindo III Uuk Saefudin Noer, serta jajaran Direksi PT Pelindo III lainnya.

“Sejak saya menjabat Ketua DPD RI, sudah dua kali saya ke Pelindo III, artinya masih ada masalah aja di Pelindo ini. Saya terima beberapa aspirasi dan aduan dari stakeholder pelabuhan. Saya harap jangan sampai tiga kali saya ke sini ya, karena saya ingin semua bekerja on the track,” kata AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Dalam Raker, ada dua materi pokok yang menjadi fokus pembahasan.

Baca juga: Ayah Nissa Sabyan Ngotot Anak Tak Pernah Aneh-aneh, Fakta Beda dari PRT Rumah hingga Check-in Hotel

Baca juga: Amanda Manopo Putus Sama Billy Syahputra? Curhat Galau Setelah Semua Drama, Ibunda Angkat Bicara

Baca juga: Kabar Gembira, Pertengahan Bulan Maret Penyelenggaran Ibadah Umrah Bisa Dibuka Kembali

"Yang pertama, saya meminta data dan informasi mengenai perkembangan Proyek Strategis Nasional Pembangunan Pelabuhan Multipurpose di Labuan Bajo dan Patimban, serta pengembangan dan modernisasi pelabuhan-pelabuhan lain di bawah wilayah kerja PT Pelindo III," tutur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Sedangkan fokus kedua adalah masuknya aspirasi dari stakeholder pelabuhan, terkait dengan iklim usaha di Pelabuhan Tanjung Perak.

LaNyalla mengaku memiliki sejumlah catatan mengenai pembangunan pelabuhan baru di Tanah Air. Utamanya, terkait dengan pembebasan lahan dan sarana penunjang serta akses jalan dan sejumlah masalah lain.

“Termasuk pembangunan terminal multipurpose Teluk Lamong yang sejak diputuskan tahun 2012, dan MoU dengan BUMD Provinsi tahun 2014, sampai hari ini masih macet. Saya minta ini diperhatikan dan dijelaskan. Jangan karena ganti pimpinan, lalu ganti kebijakan,” urai mantan Ketua Umum Kadin Jatim itu.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved