Breaking News:

Longsor di Bindang Pamekasan

Antisipasi Longsor Susulan, 25 Santriwati Ponpes Annidhamiyah Diungsikan ke Rumah Warga

25 santriwati Pondok Pesantren Annidhamiyah diungsikan ke rumah warga. Antisipasi adanya longsor susulan di Desa Bindang, Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Personel TNI-Polri saat mulai memindahkan santriwati dari asramanya yang terkena longsor tanah tebing di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - 25 santriwati Pondok Pesantren Annidhamiyah diungsikan ke rumah warga.

Hal tersebut dilakukan setelah terjadinya bencana tebing tanah longsor di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021).

Puluhan santriwati itu diungsikan ke tempat yang lebih aman dan jauh dari tebing tanah.

Baca juga: Legenda Pantai Watu Maladong NTT dalam Busana Rancangan Desainer Muda Dewi Suciningtyas

Baca juga: Tingkat Pengangguran di Trenggalek Meningkat, 4.963 Orang Sementara Tidak Bekerja Terdampak Pandemi

Mereka yang diungsikan adalah para santri yang berasal dari luar Pulau Madura.

Pengasuh Pondok Pesantren Annidhamiyah, KH Muhedi mengatakan, santriwati yang bermukim di asrama Ponpes tersebut ada 47 orang.

Dari 47 santriwati yang bermukim di asrama itu, tujuh orang menjadi korban tebing tanah yang longsor.

Rincian korban insiden tersebut, lima santriwati meninggal dunia akibat tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan, dan 1 orang mengalami patah tulang.

Sedangkan, 1 santriwati lagi, dinyatakan selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Baca juga: Legenda Pantai Watu Maladong NTT dalam Busana Rancangan Desainer Muda Dewi Suciningtyas

Baca juga: Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami, Jangan Mandi Pakai Air Panas hingga Oleskan Minyak Kelapa

Kata dia, saat ini, sebagian puluhan santriwati yang tidak terkena longsoran tanah, ada yang minta dipulangkan oleh orang tuanya karena khawatir akan terjadi longsor susulan.

"Mereka (para orang tua santriwati) mungkin shock dengan adanya kejadian ini. Jadi mereka minta anaknya untuk dipulangkan sementara," kata KH Muhedi kepada TribunJatim.com.

KH Muhedi menambahkan, santriwati yang berasal dari Jawa tidak pihaknya pulangkan, lantaran jaraknya yang terlalu jauh.

Namun, mereka diungsikan ke rumah warga setempat, dan ke kediaman pengasuh di sebelah utara Masjid Ponpes Annidhamiyah.

"Yang diungsikan ada sekitar 25 santriwati yang berasal dari luar Madura. Santriwati sisanya dibawa pulang oleh orang tuanya," pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved