Breaking News:

Berkategori Jalur Tengkorak, Akses Suramadu sisi Madura Butuh Speed Trap

Kecelakaan lalulintas (Lakalintas) antara Toyota Kijang Innova jenis Venturer dan Honda Beat di akses Suramadu, Desa Masaran, Kecamatan Traga

TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Kecelakaan di Bangkalan Madura 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Kecelakaan lalulintas (Lakalintas) antara Toyota Kijang Innova jenis Venturer dan Honda Beat di akses Suramadu, Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/2/2021) kembali mengingatkan kembali akan pentingnya kebutuhan pemasangan pita pengejut atau yang dikenal dengan speed trap di akses sepanjang 12 Km itu.

Sejak beroperasinya Jembatan Suramadu pada pertengahan 2009 silam, hingga saat ini belum satu titik pun speed trap terpasang. Sedangkan korban lakalantas terus berjatuhan dalam setiap tahunnya.  

Kebutuhan speed trap itu disampaikan Kepala Unit Lakalantas Polres Bangkalan Ipda Sys Eko Purnomo usai gelar olah Tempat Kejadian Perkara atas lakalntas yang melibatkan Innova dan Honda Beat.

Baca juga: 100 Ahli Waris Korban Covid-19 di Gresik Tercancam Batal Terima Santunan Kematian dari Kemensos

“Sejauh ini, sama sekali belum ada speed trap di sepanjang akses Suramadu. Adanya justru speed trap alami, jalan bergelombang sekitar satu kilometer menjelang dan sesudah tolgate Jembatan Suramadu,” ungkap Sys Eko kepada Surya di ruang kerjanya.

Speed trap merupakan garis kejut sebagai upaya penegakan batas kecepatan oleh otoritas yang diberdayakan secara tepat untuk meningkatkan kepatuhan pengemudi dengan batas kecepatan.

Sys Eko menjelaskan, hasil kajian berdasatrkan analisa dan evaluasi dari beberapa kejadian lakalantas oleh Unit Lakalantas Polres Bangkalan telah disampaikan kepada Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Bangkalan.

Dengan harapan, lanjutnya, pihak Unit Dikyasa bisa menyampaikan dalam Forum Lalulintas yang terdiri dari Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Pekerjaan Umum Tingkat II maupun Tingkat Pusat.

“Sehingga ada upaya daei para pengendara untuk mengurangi kecepatan. Karena volume kendaraan di akses Suramadu itu tinggi dan kondisi jalur cenderung lurus dan halus,” jelasnya.

Berdasarkan catatan angka lakalantas di akses Suramadu yang dihimpun Surya dari Mako Lakalantas Polres Bangkalan, sepanjang tahun 2017 terhitung sebanyak 25 kasus kejadian dengan jumlah korban mencapai 37 orang. Dengan rincian, sebanyak 9 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 20 orang luka ringan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved