Breaking News:

Empat Warga Kabupaten Jember Menjadi Korban Tanah Longsor di Pamekasan

Empat orang santriwati asal Kabupaten Jember turut menjadi korban longsornya tebing di Dusun Jepun Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan,

TribunJatim.com/ Kuswanto Ferdian
Aparat lakukan datangi lokasi longsor di Bindang, Pamekasan 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Empat orang santriwati asal Kabupaten Jember turut menjadi korban longsornya tebing di Dusun Jepun Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura.

Keempatnya adalah santri Pondok Pesantren Annidhamiyah.

Tiga dari empat orang itu meninggal dunia, dan satu adalah korban selamat. Keempat orang itu, masing-masing, dua orang berasal dari Kecamatan Sukorambi, dan dua orang dari Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Keempat santriwati asal Jember itu adalah Siti Komariyah (16) asal Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe, Santi (16) warga Desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi, Nur Azizah (12) warga Desa Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi, dan Nurul Qomariyah (15) warga Desa Gunung Malang Kecamatan Sumberjambe.

Tiga orang korban meninggal dunia adalah Siti Komariyah, Santi, dan Nur Azizah. Sedangkan Nurul omariyah mengalami patah tulang, dan dirawat di Puskesmas Pasean.

Baca juga: Suami Gercep Gugat Cerai Pasca ke Dokter Kandungan, Syok Berat Skandal Kehamilan Istri, Cinta Kandas

Baca juga: Hoaks Ashanty Meninggal Dunia karena Covid-19, Anang Kaget saat Tahu dari Keluarga di Jember: Waduh

Baca juga: Sediakan Sabu-sabu di Kamar Kos, Dua Pemuda ini Dibekuk Polisi, Gratis Pakai di Lokasi

Kepala Desa Dukuh Mencek Nanda Setiawan, membenarkan dua orang warga desanya menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tebing longsor itu.

"Benar, ada dua warga kami yang turut menjadi korban. Semuanya santriwati. Mereka bertetangga, dari RT yang sama," ujar Wawan, panggilan Nanda Setiawan, ketika dihubungi Surya, Rabu (24/2/2021).

Hingga pukul 15.30 Wib, jenazah dua warga Desa Dukuh Mencek itu belum tiba di rumah duka. Santi dan Nur Azizah merupakan anak dari warga RT 03 RW 05 Dusun Botosari Desa Dukuh Mencek.

"Mereka bertetangga. Bahkan ada satu orang, yang masih kecil, yang usianya 12 tahun itu (Nur Azizah), baru tahun kemarin berangkat mondok, setelah lulus SD," tutur Wawan.

Santi merupakan anak ketiga atau anak bungsu dari pasangan Abdul Azis, dan Sutik. Sedangkan Nur Azizah anak keempat dari pasangan Samak dan Murani.

"Saat ini, kami menunggu kedatangan jenazah keduanya. Keduanya berasal dari rumah tangga miskin. Karenanya, nanti kami akan membuatkan surat keterangan, supaya mendapatkan bantuan. Katanya akan ada bantuan dari Pemprov Jatim," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Pihaknya juga memberikan bantuan kepada dua keluarga tersebut. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember juga sudah menunggu di rumah duka. BPBD Jember juga menyalurkan bantuan sembako untuk keluarga santriwati itu.

Seperti diberitakan Surya, tebing setinggi sekitar 70 meter di Dusun Jepun Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, Madura, longsor, Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB. Tebing yang longsor tersebut bersebelahan dengan Pondok Pesantren Annidhamiyah.

Lima orang santriwati disebut menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, dan satu orang terluka.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved