Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Penyedia Jasa Aquascape di Trenggalek Kebanjiran Pesanan Saat Pandemi, Omzet Naik 50-60 Persen

Pandemi virus Corona jadi berkah buat penyedia jasa aquascape. Dhanu Teja Panjimurti, warga Desa/Kecamatan Pogalan akui omzetnya meningkat.

SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Dhanu Teja Panjimurti, warga Desa/Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek saat menyusun aquascape di rumahnya, Rabu (24/2/2021). 

Soal harga aquascape yang relatif lebih mahal dibanding membuat akuarium ikan biasa menjadi salah satu tantangan yang Dhanu hadapi,

“Banyak orang yang mengira, aquascape itu murah. Mereka membandingkannya dengan akuarium yang diisi tanaman plastik. Sehingga waktu mau coba masuk ke aquascape dan tahu harganya, mereka mundur,” sambung Dhanu.

Tak cuma membangun, pemilik aquascape juga harus rutin merawat instalasi akuarium yang mereka punya.

Setidaknya, kata Dhanu, pembersihan dan penggantian air harus dilakukan maksimal 3 hari sekali.
Selain itu, merawat aquascape juga butuh kesabaran.

“Karena tanamannya hidup. Biasanya antara 4 bulan sampai 6 bulan baru kelihatan hasil maksimalnya dari isi aquarium,” tutur Dhanu.

Selama ini, pria tersebut membuat aquascape secara autodidak. Cara penyusunan ia pelajari sendiri dari komunitas.

Sementara untuk ide instalasi, ia biasanya mengadopsi dari alam.

“Saya suka berburu foto alam. Saya cari ide dari sana. Kalau saya rasa bagus, saya foto, saya coba aplikasikan,” ucapnya.

Keindahan instalasi aquascape tentu harus ditunjang oleh ikan hias. Menurut Dhanu, ada beberapa jenis ikan yang saat ini sedang hits.

Beberapa di antaranya adalah ikan Diskus (Symphysodon), Neon Tetra (Paracheirodon innesi), Rasbora Galaxy (Danio margaritatus), Manfish (Pterophylium). 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved