Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Penyedia Jasa Aquascape di Trenggalek Kebanjiran Pesanan Saat Pandemi, Omzet Naik 50-60 Persen

Pandemi virus Corona jadi berkah buat penyedia jasa aquascape. Dhanu Teja Panjimurti, warga Desa/Kecamatan Pogalan akui omzetnya meningkat.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Hefty Suud
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Dhanu Teja Panjimurti, warga Desa/Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek saat menyusun aquascape di rumahnya, Rabu (24/2/2021). 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Pandemi virus Corona ( Covid-19 ) membuat banyak orang membatasi kegiatan di luar rumah.

Banyak dari mereka yang akhirnya mencari kebiatan baru untuk mengusir bosan lantaran banyak di rumah.

Salah satu yang sedang mengetren adalah aktivitas merawat ikan dalam akuarium.

Tren tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para penyedia jasa aquascape.

Baca juga: Bersih-bersih Tim, Persik Kediri Resmi Lepas Lima Pemain Sekaligus Jelang Piala Menpora 2021

Baca juga: Tingkat Pengangguran di Trenggalek Meningkat, 4.963 Orang Sementara Tidak Bekerja Terdampak Pandemi

Dhanu Teja Panjimurti, warga Desa/Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek mulai kebanjiran pesanan aquascape sejak pagebluk melanda.

Tiap bulan saat pandemi, pria 38 tahun itu bisa membuat rata-rata 4 unit aquascape berbagai ukuran.

“Sebelumnya, bikin satu setiap bulan saja sudah bagus,” kata Dhanu, Rabu (24/2/2021).

Di halaman rumah yang ia sulap jadi tempat memajang aquascape, sehari-hari Dhanu kini disibukkan dengan aquascape.

Belasan akuarium dengan berbagai model hiasan tanaman, batuan, kayu, dan sejenisnya terpajang rapi.

Ikan-ikan hias yang mayoritas berukuran kecil hingga sedang tampak memenuhi tiap akuarium yang ada.

Dhanu mengatakan, banyak orang-orang baru yang menggunakan jasanya untuk membuat aquascape saat ini.

Kebanyakan dari mereka adalah orang yang menjelankan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Baca juga: Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami, Jangan Mandi Pakai Air Panas hingga Oleskan Minyak Kelapa

Baca juga: Benzodiazepine Obat Ampuh Atasi Gangguan Kecemasan, Ketahui Dosisnya: Tidak Bisa Sembarangan

Pesanan membuat aquascape datang tidak hanya dari Kabupaten Trenggalek. Tapi juga daerah-daerah sekitar seperti Tulungagung, Ponorogo, Kediri, Madiun, hingga Malang.

Mayoritas pesanan adalah aquascape ukuran kecil, yakni yang panjangnya antara 40-60 sentimeter (cm).

Untuk ukuran ini, ia menyelesaikan pembuatan di rumah. Setelah jadi, baru diantar langsung ke pemesan.

Tapi tak sedikit juga yang meminta pembuatan aquascape ukuran jumbo. Panjang aquascape ini antara 2 hingga 3 meter.

“Kalau besar dan lokasinya jauh, biasanya saya dipanggil ke sana. Membuat di sana [rumah pemesan], biar tidak susah bawanya,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Dhanu sampai harus menginap sepekan untuk mengerjakan aquascape ukuran panjang 3 meter di Malang.

Untuk pengerjaan aquascape ukuran besar itu, ia dibantu empat orang rekannya.

“Sejak pandemi ini, omzet bisa dikatakan naik antara 50 sampai 60 persen,” sambung Dhanu.

Dari Raturan Ribu hingga Puluhan Juta Rupiah

Rentang harga aquascape yang Dhanu buat sangat beragam. Untuk ukuran paling kecil, yakni panjang 40 cm, butuh anggaran minimal Rp 800 ribu.

Itu sudah termasuk seluruh biaya penunjang hingga ikan hiasan.

Sementara untuk aquascape ukuran besar, Dhanu bisa mematok harga hingga puluhan juta rupiah.

“Saya pernah membuat pesanan di Tulungagung. Ukurannya 2 meter, harganya sekitar 68 juta,” terangnya.

Harga aquascape ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari bahan yang dipakai hingga tingkat kesulitan pembuatan.

Untuk bahan, Dhanu kini mulai banyak memakai produk lokal. Tapi beberapa jenis tanaman untuk instalasi aquascape ia datangkan dari luar kota. Bahkan luar pulau.

“Misalnya untuk tanaman Buce [Bucephalandra], saya datangkan dari Kalimantan,” sambung bapak dua anak itu.

Soal harga aquascape yang relatif lebih mahal dibanding membuat akuarium ikan biasa menjadi salah satu tantangan yang Dhanu hadapi,

“Banyak orang yang mengira, aquascape itu murah. Mereka membandingkannya dengan akuarium yang diisi tanaman plastik. Sehingga waktu mau coba masuk ke aquascape dan tahu harganya, mereka mundur,” sambung Dhanu.

Tak cuma membangun, pemilik aquascape juga harus rutin merawat instalasi akuarium yang mereka punya.

Setidaknya, kata Dhanu, pembersihan dan penggantian air harus dilakukan maksimal 3 hari sekali.
Selain itu, merawat aquascape juga butuh kesabaran.

“Karena tanamannya hidup. Biasanya antara 4 bulan sampai 6 bulan baru kelihatan hasil maksimalnya dari isi aquarium,” tutur Dhanu.

Selama ini, pria tersebut membuat aquascape secara autodidak. Cara penyusunan ia pelajari sendiri dari komunitas.

Sementara untuk ide instalasi, ia biasanya mengadopsi dari alam.

“Saya suka berburu foto alam. Saya cari ide dari sana. Kalau saya rasa bagus, saya foto, saya coba aplikasikan,” ucapnya.

Keindahan instalasi aquascape tentu harus ditunjang oleh ikan hias. Menurut Dhanu, ada beberapa jenis ikan yang saat ini sedang hits.

Beberapa di antaranya adalah ikan Diskus (Symphysodon), Neon Tetra (Paracheirodon innesi), Rasbora Galaxy (Danio margaritatus), Manfish (Pterophylium). 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved