Breaking News:

PJT I Siapkan SPAM Untuk Suplai Air Bersih di Kota Malang

Perum Jasa Tirta (PJT) I tengah menyiapkan konsep pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Benni Indo/Surya
Pertemuan PJT I dengan Pemkot Malang di Balaikota Malang. 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perum Jasa Tirta (PJT) I tengah menyiapkan konsep pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Malang.

Rencana pembangunan SPAM itu telah dipaparkan Dirut PJT I, Raymond Valiant Ruritan kepada Wali Kota Malang, Sutiaji dan mendapatkan respon positif.

"Jadi kami dari PJT I menawarkan kepada Pemkot Malang untuk pembangunan SPAM dengan kapasitas 500 liter per detik. Pak wali kota juga prinsipnya setuju dan menyambut baik penawaran kami," kata Raymond, Rabu (24/2/2021).

Untuk SPAM di Kota Malang, Raymond menawarkan tiga lokasi yang dapat digunakan. Pertama yang menjadi prioritas dengan potensi yang cukup besar, yakni di Bandung Kedung Kandang.

Alternatif kedua, berlokasi Sungai Bango tepatnya di hulu utara Kota Malang. Ketiga di Sungai Metro tepatnya di wilayah barat Kota Malang.

Pemilihan tiga lokasi itu, kata dia, dengan pertimbangan potensi bahan baku air permukaan yang cukup besar. Selain itu, pihaknya juga telah mengkaji kualitas air yang masih bagus, sehingga bisa menekan biaya proses produksi pengolahan air bersih.

Baca juga: Sediakan Sabu-sabu di Kamar Kos, Dua Pemuda ini Dibekuk Polisi, Gratis Pakai di Lokasi

Baca juga: Polisi Selidiki Hilangnya Mobil Operasional Bank Jatim di Surabaya

Baca juga: Ujian Berat Real Madrid Selamatkan Wajah Sepak Bola Negeri Spanyol

Raymond menjelaskan, penawaran pembangunan SPAM di Kota Malang itu dilakukannya karena sebelumya belum pernah ada. Ia mencatat, suplai air bersih di Kota Malang oleh PDAM ini 80 persen dari sumber di luar Kota Malang seperti dari Kabupaten Malang dan Kota Batu.

"Selama ini PDAM Kota Malang kurang lebih memiliki 110 ribu pelanggan air bersih. Untuk memenuhi itu memang 80 persen berasal dari sumber air di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Penggunaan air bawah tanah dalam jangka waktu lama tidak baik juga. Jadi SPAM ini baru pertama kali dengan memanfaatkan air permukaan sungai," ujarnya.

Usai pemaparan, PJT I akan menindaklanjuti dengan pengajuan proposal pembangunan SPAM yang dapat dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman. Untuk realisasi tahun ini bisa saja Mou dan PJT I menawarkan Detail Engineering Design sesuai hasil analisis teknis maupun finansial dalam studi kelayakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved