Breaking News:

Banjir Kritik, Sekolah SMA Negeri 2 Kota Mojokerto Adakan Studi Tour di Bali

Sekolah SMA Negeri 2 Kota Mojokerto berencana melakukan studi tour di Bali bagi siswa kelas IX tahun ajaran 2020/ 2021.

The Telegraph
Pesona Bali. 

Reporter : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sekolah SMA Negeri 2 Kota Mojokerto berencana melakukan studi tour di Bali bagi siswa kelas IX tahun ajaran 2020/ 2021.

Namun kegiatan studi tour di Bali selama tiga hari dua malam pada 22-24 Maret 2021 tersebut sempat menuai pro kontra khususnya para wali murid karena dilaksanakan dalam situasi Pandemi Covid-19.

Plt,Kepala SMAN 2 Kota Mojokerto, Raden Imam Wahjudi membenarkan bahwasanya pihak sekolah berencana mengadakan kegiatan studi tour di Bali bagi siswa kelas XI. Apalagi, rencana kegiatan studi tour ke Bali sudah disusun mulai awal tahun ajaran baru Juli 2020.

"Jadi anak-anak sudah menyiapkan dengan menabung Rp.100 ribu setiap bulan untuk kegiatan itu (Studi tour di Bali)," ungkapnya kepada Surya.co.id, Kamis (25/2/2021).

Imam menyebut pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan kegiatan studi tour di tengah Pandemi Covid-19 dengan mengundang biro travel yang memastikan kondisi pariwisata di Bali. Ternyata, ada tambahan persyaratan untuk masuk ke Bali yaitu diperlukan surat tes Rapid Antigen.

Baca juga: Banjir di Lamongan Meluas Lagi hingga 6 Kecamatan, Data BPDB: 4.156 Unit Rumah Warga Terendam

Baca juga: Gus Baha : Hukum Megaji Secara Online

Baca juga: Jukir di Kota Batu Wajib Ganti Rugi jika Ada Kendaraan Hilang, Simak Nilainya!

"Selama persyaratan itu dipenuhi maka siapapun boleh masuk ke Bali rencananya siswa akan melakukan tes Rapid Antigen satu hari sebelum berangkat," jelasnya.

Pihak sekolah sudah memberikan surat edaran untuk orang tua siswa atau wali murid 422/053/101.6.27.2/2021 tentang pemberitahuan kegiatan studi karya wisata di sejumlah obyek wisata edukasi di Bali pada Senin sampai Rabu pada tanggal 22-24 Maret 2021 yang berangkat dari sekolah pukul 06.00 WIB.

Surat edaran itu juga sebagai informasi ada penambahan biaya Rp.150 ribu untuk keperluan Rapid Test Antigen.

"Disurat edaran juga ada format surat izin dari orang tua atau wali murid diizinkan atau tidak untuk mengikuti studi karya wisata di Bali," ucap Imam.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved