Bankjatim Arungi Tren Digital Perbankan dengan Jeli, Begini Resepnya Mengelola Teknologi Informasi

Merespon dengan cermat tren perkembangan digital perbankan. Sistem Teknologi Informasi (TI) bankjatim memiliki peran penting.

Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/BANKJATIM
ILUSTRASI - Respon cermat bankjatim pada trend perkembangan digital perbankan. 

RESEP BANK JATIM DALAM MENGELOLA TEKNOLOGI INFORMASI

Bankjatim memiliki alur dan struktur tata kelola TI yang rapi. Mulai dari antisipasi risiko bencana sampai dengan pengelolaan human capital.

Sebagai bank yang selalu menerapkan tata kelola perusahaan yang baik / Good Corporate Governance, bankjatim menyusun pedoman kebijakan dan tata kelola dengan baik.

Direktur TI dan Operasi bankjatim, Tonny Prasetyo menjelaskan terdapat tiga kunci kebijakan TI untuk menerapkan tata kelola yang baik.

Pertama, yang berkaitan dengan disaster recovery plan dimana bankjatim wajib menjaga kelangsungan bisnis bank dan mencegah kemungkinan terjadinya kegagalan operasional yang diakibatkan oleh bencana.

Kedua, adalah business continuity IT. Untuk cakupan hal tersebut, bankjatim melindungi proses bisnis dari kegagalan akibat bencana yang dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan perusahaan dalam melakukan proses bisnis secara normal.

Kemudian, yang ketiga adalah adanya pedoman pelaksanaan kebijakan dan prosedur TI. Penerapan manajemen risiko dalam penggunaan TI menjadi salah satu referensi dalam melakukan risk assessment dan compliance review.

Tonny pun menjelaskan bahwa dalam hal kebijakan investasi/belanja TI, ada mekanisme tertentu yang berlaku. Semua perencanaan anggaran tahunan TI wajib melalui perencanaan kapasitas yang matang serta mempertimbangkan prediksi perkembangan perbankan.

Kemudian, rencana strategis TI yang akan diimplementasikan dalam satu tahun ke depan dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran TI.

“Selanjutnya, setiap rencana pengeluaran terkait rencana strategis TI yang akan diimplementasikan pada tahun yang bersangkutan, harus dimasukkan dalam proyeksi anggaran TI pada tahun tersebut,” jelas Tonny.

Maintenance secara berkala juga terus dilakukan dalam hal kebijakan sumber daya manusia TI. Terdapat empat kebijakan kunci dalam hal tersebut.

Pertama menjalankan prinsip segregation of duty untuk mencegah adanya personil yang dapat melakukan kesalahan atau pelanggaran, baik disengaja ataupun tidak disengaja, tanpa diketahui atau tanpa terdeteksi.

Kedua, bankjatim menempatkan personil yang memiliki kemampuan dan keahlian yang sesuai dan dapat mendukung pelaksanaan fungsi-fungsi TI secara maksimal.

Yang ketiga, melakukan evaluasi kinerja TI secara berkala.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved