Densus 88 Lakukan Penangkapan Terduga Teroris di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang

Tim Densus 88 Mabes Polri lakukan penangkapan terhadap terduga teroris di beberapa daerah di Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang.

Tayang:
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
ILUSTRASI - Penangkapan terduga teroris di Jawa Timur oleh Tim Densus 88. 

Reporter : Syamsul Arifin | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Densus 88 Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap terduga teroris di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim). 

Diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan adanya penangkapan tersebut. 

Baca juga: Sinopsis Film Voice of a Murderer, Dibintangi Sol Kyung-Gu, Tayang Besok di K-Movievaganza Trans 7

Baca juga: Pintarnya Ayus Tutupi Gelagat Selingkuh, Keluarga Ririe Terkecoh, Pernah Kuak Kelebihan Nissa Sabyan

"Jadi benar, rekan dari densus 88 Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga teroris di Jawa Timur," katanya, Jumat, (26/2/2021). 

Masih kata Kombes Pol Gatot, saat ini tim anti teror sedang melakukan pengembangan dan pendalaman. 

Sebelumnya, di Surabaya tim Densus mengamankan seorang pria berinisial AIH di Medokan Sawah. 

Baca juga: Bahas Pemberantasan Narkoba Usai Dilantik, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Sudah Siapkan Jurus Jitu

Baca juga: Baru Bebas, Mantan Napi Lumajang Dipenjara Lagi, Ternyata Terlibat Kasus Curanmor Belum Terungkap

Supangin ketua RT 1 RW 1 Medokan Sawah, mengaku kaget saat ia dihubungi salah satu petugas densus bahwa akan ada penangkapan terduga teroris tersebut. 

Terlebih terduga diamankan di depan Masjid saat hendak menunaikan salat Jumat. 

“Saat saya keluar sudah banyak polisi sekitar 10 orang. Saya melihat ada penggeledahan petugas densus mengeluarkan benda sajam.

Ada panah, samurai dan alat-alat taekwondo,” ujarnya. 

Supangin menjelaskan bahwa keseharian dari AIH baik dan supel. Dia memiliki toko pulsa dan empat karyawan.

Selama ia mengenal AIH dia tidak pernah melihat gelagat yang mencurigakan. “Kalau di luar kampung saya nggak tahu,” terangnya. 

Masih kata Supangin, hanya AIH yang dibawa oleh kepolisian. Istri dan enam orang anaknya tetap di rumah. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved