Breaking News:

Gubernur Khofifah Sebut Partisipasi Pilkada Serentak Saat Pandemi di Jatim 67,68 Persen

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik 6 pasangan kepala daerah hasil pilkada serentak tahun 2020, Jumat (26/2/2021) pagi pukul

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiharto
Gubernur Khofifah melantik enam kepala daerah 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar AS

TRRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik 6 pasangan kepala daerah hasil pilkada serentak tahun 2020, Jumat (26/2/2021) pagi pukul 09.00 WIB. 

Enam pasangan kepala daerah yang dilantik di sesi satu ini adalah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Trenggalek Syah M Natanegara, kemudian Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah, dan Bupati Situbondo Karna Saswandi dan Wakil Bupati Situbondo Khorani.

Kemudian Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Wakil Bupati Sugirah, dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita. 

Baca juga: Masak di Dapur, Ibu di Sampang Panik Bukan Main Saat Temukan Bayinya di Selokan, Fakta Dikuak Kades

Usai mengambil sumpah jabatan dan memberikan penyematan tanda jabatan, Gubernur Khofifah menyampaikan sambutannya. Ia menyampaikan bahwa pelantikan hibrid ini dipantau langsung oleh Kementerian Dalam negeri untuk memastikan pelantikan tidak menimbulkan klaster baru. 

Lebih lanjut, Khofifah bersyukur bahwa Pilkada serentak 9 Desember 2020 telah dilangsungkan dan telah menghasilkan pasangan kepala daerah baru yang telah dilantik hari ini. Dari pelaksanaan pilkada serentak di 19 daerah di Jatim, hari ini dilakukan pelantikan untuk 17 daerah. 

Dua daerah yang belum dilantik adalah kepala daerah terpilih Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Tuban. Sebab untuk Kabupaten Pacitan akhir masa jabatannya masih tanggal 4 April 2021, dan Kabupaten Tuban akhir masa jabatannya tanggal 20 Juni 2021.

"Ada sangat banyak kehati-hatian yang kita lakukan bersama dalam Pilkada serentak 2020, karena yang diikhawatirkan adalah jangan sampai ada klaster pilkada," kata Khofifah. 

Namun, hasilnya, meski dalam situasi pandemi covid-19, tidak menurunkan angka partisipasi masyarakat dalam menyalurkan suara ke TPS.  Bahkan angkanya lebih besar dibandingkan pilkada serentak tahun 2018 yang dilakukan bukan dalam masa pandemi covid-19. 

"Dari desk Pilkada serentak di Jatim, angka paritispasi Pilkada serentak di Jatim mencapai 67,68 persen. Lebih dari angka partisipasi pada pilkada serentak tahun 2018 yang tidak pandemi, 66,92 persen," tegas Khofifah. 

Artinya, disampaikan Khofifah, para kepala daerah terpilih ini begitu besar mendapatkan amanah dari masyarakat. Karena masyarakat rela di saat pandemi covid-19, tetap pergi ke TPS untuk menyalurkan suara dan berpartisipasi langsung di Pilkada serentak. 

(Fz/fatimatuz zahroh) 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved