Breaking News:

Ibu Rumah Rangga di Magetan ini Sukses Budidaya Ikan Gurami

Nur Lestiani, seorang ibu rumahtangga warga Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil budidayakan ikan air tawar gura

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Doni Prasetyo
Nur Lestiani, ibu rumahtangga warga Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, bersama karyawannya mencoba mengecek ikan gurame yang dibudidayakan disamping rumahnya, sebelum siap panen, sekilogramnya dihargai pedagang ikan sebesar Rp 25.000. 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tidak hanya kaum pria yang pandai berwirausaha, Nur Lestiani, seorang ibu rumahtangga warga Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil budidayakan ikan air tawar gurami di kolamnya.

Menurut Nur Lestiani, bermula dari gagalnya ternak ikan lele asal sungai amazone, dia kemudian berkeyakinan membudidayakan ikan air tawar gurami. Pemeliharaan ikan gurame lebih sedarhana dibandingkan ternak ikal lele.

"Saya hanya bermodal dua kolam, berukuran 3 meter dengan panjang 5 meter. Kolam luas ini lumayan mampu menampung sekitar 700 ekor bibit ikan gurami,"kata Nur Listiani kepada Surya, Minggu (28/2).

Diungakapkan Nur Listiani, budidaya ini yang kesekian setelah berulang kali ternak ikan lele, gagal meski diulang ulang, baru mencoba budidaya ikan air tawar gurami ini yang perdana, dilihat dari hasil ikannya mulai bibit hingga menjelang panen ini, persentase yang mati dan bibit tumbuh sampai batas ikan siap panen, banyak yang tumbuh sehat.

"Alhamdulillah, panen ini kita akan merasakan keuntungan budidaya ikan air tawar yang banyak dicari penyuka santapan jenis ikan," kata Nur Listiani.

Baca juga: Ketua DPD RI, LaNyalla Sebut Helicity Bisa Dimanfaatkan untuk Keperluan Mendesak

Baca juga: Irfan Jaya Resmi Umumkan Perpisahan dengan Persebaya Surabaya: Terima Kasih 4 Musim yang Luar Biasa

Baca juga: Inilah 8 Nasehat KH Maimoen Zubair

Diceritakannya, budidaya ikan gurami dan lele, lebih mudah perawatannya ikan lele. Walau konon ikan gurami mudah terserang penyakit Parasiter, seoerti virus, bakteri, jamur, cacing, serta mikroorganisme.

Sedang non-Parasiter, penyakit yang disebabkan karena faktor fisika dan kimia dilingkungan tempat budidaya. Seperti kondisi air tercemar gas beracun seperti amonia.

"Tapi, semua sudah saya antisipasi, mulai parasiter dan non-parasiter. Mudah mudahan panen nanti bisa panen sesuai harapan saya, bisa ikut menyumbang kebutuhan rumahtangga. Kecuali itu, kalau saya berhasil, ibu ibu akan banyak yang termotivasi budidaya ikan gurame ini,"ujar ibu awet muda daru usianya ini.

Dipamerkan, menjelang panen ini, ikan guramenya sudah banyak dipesan langsung pedagang ikan yang datang ke kolamnya, dengan harga per kilogram Rp 25.000. Dari hasil panenannya ini, diestimasikan keuntungan mencapai jutaan rupiah. Ini bisa di estimasikan, karena sebagian dari pedagang ikan itu sudah mengasih Down payment (DP/uang muka).

"Syukur, ini panenan bisa membantu kebutuhan ekonomi keluarga ditengah pandemi Covid-19, yang banyak rumah tangga kesulitan ekonomi. Kalau kita berhasil akan kita tularkan pengalaman ini kepada ibu ibu disekitar sini, tidak punya lahan, bukan masalah. Bisa usaha joint (bersama sama)," katanya mensuport ibu ibu tetangganya kepada TribunJatim.com.

Keyakinannya bisa dilakukan ibu ibu disekitarnya, karena membudidayakan gurame sangat mudah, karena makanannya selain pelet, dan daun daun yang mudah dicari di sekitar atau daun kangkung, yang mudah ditanamnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved