Breaking News:

Antisipasi Penyebaran Covid-19, PP KHA Wahid Hasyim Luncurkan Sistem Pembayaran Online

Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan terus berinovasi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantre

(Surya/Galih Lintartika)
PENCEGAHAN : Pengasuh PP KHA Wahid Hasyim Bangil Gus Wildan saat mensosialisasikan pra peluncuran sistem pembayaran online. 

Reporter : Galih Lintartika | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan terus berinovasi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah inovasi pembayaran secara online. Jadi, tidak perlu lagi ada tatap muka atau ketemu untuk pembayaran biaya santri selama di pesantren.

Gus Wildan, pengasuh PP KHA Wahid Hasyim menjelaskan, ini adalah program Waha Online Payment. Jadi pembayaran kebutuhan santri selama di pesantren bisa dibayarkan secara online.

Ia mengklaim, pembayaran bisa dilakukan menggunakan semua bank konvensional yang ada. Selain itu, pembayaran juga bisa dilakukan melalui kartu kredit, DANA, OVO, dan bahkan ShoopePay.

"Selain itu pembayaran juga bisa dilakukan melalui Alfamart. Wali santri tidak harus repot datang ke pondok karena situasi sedang pandemi. Demi kebaikan bersama, dan upaya pencegahan," kata Gus Wildan.

Baca juga: Gus Baha : Hukum Kalah Dengan Etika, Meski Etika Itu Salah

Baca juga: Resmi Pimpin Kota Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi Geber 10 Kebijakan Strategis di Surabaya

Baca juga: Subuh-subuh Zacky Mirza Banyak Ditelponi saat Heboh Ayus-Nissa Selingkuh, Baru Paham Panggilan Umi

Dia menjelaskan, ide ini ada saat kasus Covid-19 mulai muncul dan menyebar di seluruh penjuru dunia. Ia memikirkan bagaimana caranya agar aktifitas di pondok berjalan tapi tidak mengganggu.

"Cara pencegahan lainnya sudah kami lakukan. Mulai menerapkan protokol kesehatan yang ketat di pondok, hingga mengubah sistem pembayaran yang awalnya manual, diubah melalui online," urainya kepada TribunJatim.com.

Ke depan, ia juga sedang mempersiapkan cashless. Dikatakan dia, semua transaksi di dalam pesantren baik itu untuk pembelanjaan kebutuhan santri diluar yang disapkan pesantren itu pembayarannya non tunai di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) atau kantin.

Ia menyebut, para santri akan diberi kartu santri untuk segala transaksi yang dilakukan di pondok pesantren. Jadi, pembelanjaan tidak ribet, cukup menggunakan kartu santri, semuanya bisa terbeli.

"Ini sedang kami siapkan. Mudah - mudahan bisa segera terealisasikan. Harapan kami, inovasi ini membuat pesantren semakin tangguh dan menekan angka penyebaran COVID-19 di pesantren," tutupnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved