Breaking News:

Dorong OPD Promosikan Potensi Alpukat 'Pisang' Pasuruan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi menjelaskan, bahwa Kabupaten Pasuruan memiliki potensi buah alpukat

(Surya/Galih Lintartika)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi saat melihat kebun alpukat. 

Reporter : Galih Lintartika | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi menjelaskan, bahwa Kabupaten Pasuruan memiliki potensi buah alpukat yang sangat luar biasa.

Hal itu disampaikan AW, sapaan akrabnya saat melihat perkebunan alpukat milik warga di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (1/3/2021) siang.

Dikatakan dia, alpukat yang ada di sini memiliki karakter yang berbeda dengan alpukat lainnya. Ia menyebut, perbedaan yang sangat signifikan adalah dari ukuran buahnya.

Alpukat yang ada di sini, kata AW, rata - rata memiliki berat 750 gram sampai 1 Kilogram. Jadi, ukuran buahnya sangat besar, dan jauh dibandingkan dengan alpukat - alpukat lainnya.

"Kalau disini ukurannya besar. Tapi tidak mengurangi kenikmatan dan rasa manis yang ada di dalam buah alpukat daerah ini. Ini sebenarnya alpukat mentega, tapi kebetulan buahnya memang besar," kata AW kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Ashanty Ceritakan Kondisi Kesehatannya Akibat Covid-19, Bersyukur Lewati Masa Kritis: Alhamdulillah

Baca juga: Total 8 Mortir Ditemukan di Ladang Petani Ponorogo, Kasat Sabhara: Kemungkinan Masih Bisa Meledak

Baca juga: Gus Baha : Hukum Kalah Dengan Etika, Meski Etika Itu Salah

Bahkan, ia pun mengklaim jika alpukat ini sebagai alpukat pisang. Kata dia, alpukat ini bisa dimakan seperti layaknya makan pisang. Jadi, kulitnya bisa dikupas seperti mengupas pisang pada umumnya.

"Kulit alpukatnya tidak keras. Mudah dikupas. Pakai tangan bisa dikupas. Ini bukan rekayasa genetika. Ini murni alpukat hasil dari petani alpukat yang ada di desa ini. Salah satu potensi yang dimiliki Pasuruan," urainya.

AW pun siap endorse alpukat di media sosial pribadinya. Beberapa waktu lalu, ia sempat memposting kelezatan alpukat ini di akun media sosialnya. Selama satu hari, empat ton alpukat sudab laku terjual.

"Ini tandanya potensi ini bisa dikembangkan. Kalau bisa, teman - teman dinas bisa mendorong dan mulai mempromosikan potensi alpukat ini. Minimal, dibranding agar alpukat Pasuruan semakin dikenal," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Terpisah, Wujud Wibisono, petani alpukat pisang ini mengatakan, memang dari dulu, indukan alpukat sangat besar. Ia menyebut, meski ukurannya besar dan jauh dibandingkan alpukat pada umumnya.

"Kelebihannya rasanya manis. Dan teksturnya sangat lembut sekali. Bahkan, mengupasnya pun bisa seperti mengupas pisang. Sangat mudah sekali," pungkas Wujud Wibisono kepada TribunJatim.com.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved