Breaking News:

162 PPPK Trenggalek Dilantik, Sebagian Telah Mengabdi Belasan Tahun

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik 162 pengawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Senin (1/3/2021).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Aflahul Abidin
Proses pelantikan 162 PPPK di Kabupaten Trenggalek, Senin (1/3/2021). Mereka terdiri dari guru dan penyuluh pertanian. 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik 162 pengawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Senin (1/3/2021).

Pelantikan dilakukan secara semi-virtual yang digelar di tiga lokasi berbeda, yakni Pendopo Kabupaten, Gedung Bawarasa, dan Aula Disdikpora.

Sebanyak 101 PPPK yang dilantik hari itu dalah guru. Sementara 61 sisanya merupakan penyuluh pertanian. Sebelum ini, mereka telah mengikuti seleksi rekrutmen PPPK 2019 dan lolos dalam serangkaian tahapan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku terharu dalam pelantikan itu. Lantaran, ia mendengar banyak cerita soal pengabdian para PPPK sebelum diangkat hari itu.

“Ada seorang PPPK yang telah mengajar sebagai guru honorer selama 18 tahun. Juga ada honorer penyuluh pertanian yang sebelumnya telah bekerja selama 13 tahun. Dan mereka baru hari ini ditetapkan sebagai PPPK,” Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Ia mengucapkan selamat kepada para PPPK yang lolos setelah mendaftar dan mengikuti serangkaian proses administrasi.
Kepada para PPPK guru, Mas Ipin meminta insansi terkait agar mereka dipastikan menerima vaksin Covid-19.

Baca juga: Terbongkarnya Kewalian Gus Baha

Baca juga: Nasib Rating Ikatan Cinta Menurun? Banjir Kritik, Jalan Cerita Makin Ruwet Buat Penonton Mulai Bosan

Baca juga: Nia Ramadhani Nangis Baca Surat dari 16 ART Kuak Masalah, Curhat Hidup Layani Istri Ardi: Cuma Diem

Sehingga, apabila telah mengajar dalam pembelajaran tatap muka nanti, seluruh prosesnya bisa berjalan dengan lebih aman dari pandemi.

Sementara untuk para penyuluh pertanian, Mas Ipin meminta agar mereka menyukseskan soal ketahanan pangan di Trenggalek. Utamanya tentang dunia perpupukan yang kerap menjadi masalah bagi para petani.

“Saya berharap para penyuluh bisa memberi solusi untuk ketahanan pangan di Trenggalek. Jangan sampai ada yang agal panen hanya karena tidak ada pupuk,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved