Breaking News:

Penanganan Covid

Gelar Ujian Kenaikan Kelas, Delapan Sekolah di Tulungagung Ajukan Izin Tatap Muka

Laksanakan ujian kenaikan kelas, delapan sekolah di Tulungagung mengajukan izin tatap muka dengan siswa.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Ilustrasi tatap muka di sekolah - Gelar Ujian Kenaikan Kelas, Delapan Sekolah di Tulungagung Ajukan Izin Tatap Muka 

Reporter: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Delapan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Tulungagung mengajukan izin melakukan pembelajaran tatap muka dengan para siswa.

Izin ini diajukan dalam rangka pelaksanaan ujian kenaikan kelas.

Pengajuan izin juga bertepatan dengan perubahan dari zona oranye menjadi zona kuning penyebaran Covid-19 (virus Corona).

"Jika untuk ujian kami asesmen untuk memberikan izin. Tapi kalau untuk pembelajaran sepenuhnya, masih belum diizinkan," terang Anggota Satgas Pengendali Operasional Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Dedi Eka Purnama, Selasa (2/3/2021).

Sekolah yang mengajukan izin itu adalah SMA Katolik, SMA PGRI 4, SMA PGRI Kalangbret, SMAN 1 Boyolangu, SMK Sore, SKMN 1 Pagerwojo, SMKN 1 Rejotangan, dan SMKN 3 Boyolangu.

Sejumlah sekolah telah diizinkan untuk melaksanakan ujian pada Senin (1/3/2021) kemarin.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Papan Reklame di Tulungagung Ambruk, Warga: Tahu-tahu Ada Suara Keras Bruk

Baca juga: DPUPR Butuh Rp 7 M untuk Perbaikan Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir yang Terjang Kota Blitar

Namun untuk SMK masih dibahas lebih jauh, karena ada materi yang akan disampaikan sekolah.

"Karena di SMK itu ada uji kompetensi. Sebelum uji kompetensi, sekolah ingin memberikan materi dan pembekalan," sambung Dedi.

Secara teknis, SMA maupun SMK yang menggelar ujian di sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved