Breaking News:

Kadin Indonesia Apresiasi Pemerintah Atas Insentif PPN Properti

Atas regulasi tersebut Hendro Gondokusumo, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Properti, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi.

koleksi pribadi
Hendro Gondokusumo, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Properti. 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah memberikan insentif relaksasi sektor Properti berupa PPN Ditanggung Pemerintah
(DTP) untuk Rumah Tapak dan Rumah Susun.

Insentif fiskal kepada sektor properti dilandasi oleh fakta bahwa kontribusi lsektor properti berupa Real Estate dan konstruksi terhadap PDB selama 20 tahun terakhir terus meningkat, dari 7,8 persen pada tahun 2000, menjadi 13,6 persen pada tahun 2020.

Atas regulasi tersebut Hendro Gondokusumo, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Properti, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi.

"Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah atas berbagai insentif yg diberikan termasuk insentif PPN yang ditunggu-tunggu ini. Semoga insentif ini bisa cepat diimplementasikan sehingga memberikan hasil nyata dalam 6 bulan ke depan," kata Hendro Gondokusumo, Rabu (4/3/2021).

Pihaknya sangat berharap insentif ini dapat menggerakkan sektor properti agar bisa menjadi motor pemulihan ekonomi untuk menggerakkan 175 industri ikutan dengan 350 jenis UMKM dan 30 jutaan tenaga kerja.

"Mari kita semua berkolaborasi dan bergerak bersama untuk menyukseskan program pemerintah guna memperluas investasi, mempermudah usaha dan menciptakan lapangan kerja," lanjut Hendro.

Baca juga: Penampakan Ririe Fairus Datangi Sidang, Emak-emak Ghibahin Istri Ayus: Oh ini Korban Nissa Sabyan

Baca juga: Gus Baha : Sikapi Orang Mati Karena Oplosan dan Bunuh Diri, Wajibkah Dishalati

Baca juga: Pastikan Video Viral Penembakan Gus Idris Murni Kebutuhan Konten, Begini Sikap Polres Malang

Sementara itu, data dari Kementerian Keuangan, tahun 2020 lalu, pertumbuhan sektor properti mengalami kontraksi -2,0 persen. Bahkan sektor konstruksi turun lebih dalam -3,3 persen.

"Pekerja di sektor properti juga terus meningkat sejak tahun 2000 sampai dengan 2016 dan sedikit melandai hingga 9,1 Juta di 2019, namun turun menjadi 8,5 Juta di 2020. Ini yang menjadi pertimbangan pemerintah,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi, saat konferensi pers bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, awal pekan ini, Senin (1/3/2021).

Oleh karena itu, momentum saat ini dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi, melalui insentif-insentif tersebut agar mampu menggairahkan konsumsi, utamanya masyarakat kelas menengah.

Selain sektor properti, insentif juga diberikan di sektor memberikan Insentif Relaksasi PPnBM untuk Kendaraan Bermotor (KB). Kedua kebijakan ini sifatnya komplementer dan saling menguatkan dalam menggairahkan konsumsi rumah tangga, dan merupakan bagian yang komprehensif dari paket program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 yang mencapai sekitar Rp699,43 triliun.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved