Virus Corona di Gresik

Setahun Pandemi Covid-19, Remaja Gresik Beri Semangat Nakes RS Ibnu Sina Lewat Lukisan Kapal Pinisi

Setahun pandemi virus Corona. Pelukis muda asal Gresik, Ariel Ramadhan beri semangat tenagah kesehatan Rumah Sakit Ibnu Sina lewat sebuah lukisan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
SURYA/WILLY ABRAHAM
Ariel Ramadhan (tiga dari kanan) menyumbangkan lukisan kepada wakil direktur Rumah Sakit Ibnu Sina, Maftuhan, Selasa (2/3/2021). 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pelukis muda asal Gresik, Ariel Ramadhan memberikan dukungannya kepada tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik lewat sebuah lukisan.

Hal itu dilakukan remaja 19 tahun tersebut untuk memberi semangat kepada para nakes yang masih berjuang melawan pandemi virus Corona ( Covid-19 ) yang sudah berlangsung setahun.

Dirinya memberikan lukisan bergambar kapal Pinisi di tengah laut, ditumpangi berbagai macam profesi memakai masker.

Baca juga: Ramalan Cuaca Hari Ini, BMKG Juanda: Waspada Hujan Disertai Petir di Surabaya dan Wilayah Ini

Baca juga: Gus Baha : Sikapi Orang Mati Karena Oplosan dan Bunuh Diri, Wajibkah Dishalati

Lukisan tersebut menurutnya simbol, bahwa semua profesi terdampak pandemi Covid-19.

Ariel mengaku senang, karya lukisan  dengan akrilik dan cat air yang dibuatnya di atas kanvas selama dua bulan ini diterima oleh pihak rumah sakit.

Bahkan, lukisan dengan ukuran 80 x 100 itu akan dipasang di dalam dekat pintu masuk.

"Bentuk dukungan kepada tenaga kesehatan yang masih berjuang di rumah sakit," ucapnya, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Buntut Persahabatan Sempat Retak, Sule Enggan Kerja 1 Program Lagi bareng Andre, Sikap Tegas: Lama

Baca juga: Natasha Wilona Kepergok Makan Bareng Pria di Restoran, Stefan William? Lagi Dekat dengan Sosok Ini

Eko Sumargo, ayah Ariel berharap, karya lukisan dari anaknya itu bisa menjadi pelecut semangat untuk bangkit bagi siapa saja yang melihat di rumah sakit.

"Sebelumnya lukisan ini pernah kita pamerkan di dalam pameran. Kami berikan kepada rumah sakit sebagai bentuk dukungan," paparnya.

Pembina sanggar daun, Arik S Wartono menuturkan, pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang bagi seniman untuktu berkarya.

Meski rencana pameran keluar negeri pameran batal karena pandemi Covid-19. Penundaan itu, membuat seniman lebih fokus berkarya.

"Pandemi Covid-19 direspon karya, lukisan style pesisir. Kapal pinisi berlayar, semua orang berbagai profesi polisi, ojol, ulama, dokter dan lain sebagainya ikit terdampak dan saat ini bersatu. RS ibnu sina rumah sakit pertama kami ingin memberi semangat naskes dan penanda jaman ini pernah ada pandemi dan lukisan ini sebagai saksi," jlentrehya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved