Breaking News:

Curhat Petani Bojonegoro Pupuk Organik Produksinya Terkendala Izin, DPRD Jatim Diminta Fasilitasi

Curhat petani Bojonegoro, pupuk organik produksinya tak bisa beredar terkendala izin. Harap DPRD Jawa Timur bisa memberikan fasilitasi.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Hefty Suud
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Anggota Fraksi Golkar DPRD Jatim Freddy Poernomo menggelar reses di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro.  

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Sejumlah petani di Bojonegoro curhat, pupuk organik hasil produksi mereka tak bisa beredar.

Mereka pun meminta DPRD Jawa Timur (Jatim) untuk memfasilitasi. 

"Kami sudah lama menjadi penggiat pupuk organik. Sebenarnya, ini untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah kelangkaan pupuk subsidi," kata salah satu penggiat pupuk organik Hasan pada acara reses Anggota DPRD Jatim Freddy Poernomo di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro. 

Baca juga: Dorong Perbaikan Jalan di Sidoarjo, Bupati Gus Muhdlor: Camat Wajib Eksekusi Cepat, Anggaran Ada

Baca juga: BERITA TERPOPULER SELEB: Gelagat Terakhir Rina Gunawan Jadi Firasat - Kemungkinan Rujuk Gading Gisel

"Kami pernah dipanggil (kepolisian), terkait izin pupuk organik dan sedikit menghambat untuk berproduksi. Padahal, banyak yang membuat pupuk organik," kata Hasan.

Kepada Freddy, Hasan berharap politisi Golkar ini bisa memberikan fasilitasi terkait izin hingga sarana penunjang lainnya.

"Kami berharap ada fasilitasi dari DPRD Jatim," katanya. 

Menanggapi aspirasi tersebut, Freddy memberikan penjelasan bahwa peredaran pupuk memang harus berizin. Hal ini sebagai bentuk perlindungan.

"Bukan hanya kepada konsumennya atau pengguna pupuk tersebut namun juga sekaligus produsennya," katanya. 

Baca juga: Cerita Kami Hiasi Galeri Maya, Suguhan Karya Fotografi Luar Biasa dari Disabilitas Berkarya

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Nasib Tragis Polwan Diperkosa 3 Perwira hingga Wanita Pamer Mobil Dinas TNI Suami

Sekalipun demikian, pihaknya akan memfasilitasi kepada pihak terkait untuk membangkitkan potensi pengembangan pupuk organik.

"Terutama, dengan kawan-kawan di daerah. Kami pastikan akan ikut membantu mencari jalan terbaiknya," kata Anggota Komisi A DPRD Jatim ini. 

Apalagi, permasalahan ketersediaan pupuk subsidi hingga saat ini belum menemukan solusi. Keberadaan pupuk organik dinilai bisa menjadi alternatif. 

Ketua Fraksi Golkar DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto yang ikut mendampingi reses tersebut pun menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah memberikan perhatian kepada pertanian. Khususnya, dalam pengembangan pupuk organik

Sekalipun demikian, selama proses izin belum keluar maka penggunaanya pun dibatasi.

"Hanya untuk petani yang bersangkutan saja atau kelompok tani yang bersangkutan saja," katanya. 

Sekalipun demikian, DPRD Bojonegoro akan memastikan pemerintah kabupaten turut hadir membantu pengembangan pupuk organik maupun ketersediaan pupuk subsidi.

Baik melalui pelatihan maupun dukungan perangkat.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved