Breaking News:

Ada Rute Pendek di Situs Megalitik Maskuning Kulon Bondowoso

Tim ahli budaya Ijen Geopark bersama tim Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso melakukan survei kembali pada rut

danendra/Surya
Tim ahli budaya Ijen Geopark bersama tim Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso tengah melakukan survei ulang pada rute situs megalitikum di Desa Maskuning Kulon, Pujer. 

Reporter : Danendra kusuma | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Tim ahli budaya Ijen Geopark bersama tim Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso melakukan survei kembali pada rute situs megalitikum di Desa Maskuning Kulon, Pujer.

Desa Maskuning Kulon sendiri merupakan pusat megalitikum. Tercatat, ada sekitar 58 batu zaman megalitikum yang terdiri dari batu silindris, dakon, dan dolmen di desa itu.

Seorang Tim Ahli Budaya Ijen Geopark Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas, mengatakan pihaknya membagi beberapa rute jelajah batu megalitikum.

Rute tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung.

"Rute yang ada di Desa Maskuning Kulon sudah kami petakan lagi. Dibagi menjadi beberapa rute dan menyesuaikan pengunjungnya," katanya, Jumat (5/3).

Ia menyebutkan, rute jelajah utama jaraknya sekitar 3,3 km. Bila dilihat pada peta rute bentuknya seperti letter L.

Baca juga: Gus Baha Didatangi Malaikat Izrail Malaikat Pencabut Nyawa, Tapi Ndak Jadi Meninggal

Baca juga: 5 Bulan Cabuli Anak di 3 Tempat Beda, Pria Nangis Minta Ditembak Mati: Tuhan, Kenapa Saya Gini?

Baca juga: BERITA TERPOPULER SELEB: Ayus Ogah Dipeluk Ririe hingga Rina Gunawan Ucap 1 Kalimat Sebelum Wafat

Adapulu rute dengan jarak lebih pendek, yakni sekitar 1,5 km saja. Rute tersebut diperuntukkan bagi pengunjung yang hanya ingin melihat 8 batu megalitikum.

Kendati pendek, rute tersebut tetap fokus mengarah pada batu dolmen terbesar.

"Rute tersebut dimaksudkan untuk pengunjung seperti guru dan para siswa. Kami sudah uji coba school to geopark beberapa hari lalu. Sekitar belasan guru menjelajah rute pendek itu," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Puluhan batu dolmen berada dalam satu wilayah desa Maskuning Kulon. Jaraknya terbilang berdekatan. Beberapa batu berada di tengah kebun dan persawahan warga.

Situs megalitikum di sana berbentuk pemakaman yang terbuat dari batu besar dengan kaki-kaki di bawahnya. Hal itu bertujuan agar jenazah tidak dimakan binatang buas atau dicuri orang.

Sebab, di dalamnya juga terdapat bekal kubur berupa perhiasan dan benda-benda bekal menuju alam nenek moyang.

Situs megalitik Maskuning Kulon juga masuk kategori Situs Budaya Ijen Geopark Bondowoso.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved