Breaking News:

Kenaikan Harga Cabai Rawit Diprediksi Sampai Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2021

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menanggapi terkait kenaikan harga cabai rawit yang melambung tinggi  tembus

TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Harga cabai merah naik 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menanggapi terkait kenaikan harga cabai rawit yang melambung tinggi  tembus lebih dari Rp.100 ribu per kilogram.

Kenaikan harga komoditas cabai rawit tersebut sudah terjadi sejak awal tahun pada Januari 2021 dan puncaknya diprediksi sampai menjelang masa panen raya pada akhir Maret ini.

Namun jika kondisi harga cabai di pasaran tidak kunjung turun maka diprediksi harga cabai akan tetap bertahan bahkan berpotensi kembali naik saat memasuki 
Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2021.

Kasi Bina Pasar dan Distribusi Disperindag Kabupaten Mojokerto, Dwiyan Yuniarta (38) mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terkait perkembangan harga komoditas cabai rawit di pasaran dalam satu pekan ini. 

Baca juga: Cerita SBY Bikin Malu Pemuda yang Tagih ‘Janjinya’, Niat Sebenarnya Terbongkar Saat Ditanya 4 Hal

Pemantauan harga di pasaran dilakukan di empat pasar tradisional sebagai sampel yaitu Pasar Gempolkerep Kecamatan Gedeg, Pasar Kedungmaling Kecamatan Sooko, Pasar Mojosari dan Pasar Pohjejer Kecamatan Gondang.

"Ada 12 pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto yang dipilih hanya empat pasar sebagai sampel untuk mewakili setiap wilayah dan memang rata-rata terjadi kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp.100 ribu per kilogram di tingkat pedagang," ungkapnya, Sabtu (6/3/2021).

Dia menjelaskan berdasarkan data di lapangan kenaikan harga terdeteksi mulai terjadi pada awal Januari 2021. Harga cabai rawit semakin merangkak naik tidak terkendali.

"Harga cabai rawit mencapai Rp.100 ribu terkini di pasar Mojokerto, ya mahal banget padahal harga normal awal Januari 2021 cabai per kilogram berharga sekitar Rp.65 ribu sampai Rp.68 ribu pada Februari," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pangan Kabupaten Mojokerto bersama Bulog untuk menstabilkan harga cabai rawit di pasaran. Faktor penyebab kenaikan harga cabai ini ditengarai lantaran minimnya ketersediaan barang di pasaran namun banyak permintaan. Apalagi, diperparah kondisi cuaca yang menyebabkan hasil panen petanj turun.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved