Breaking News:

Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jatim, Bupati Ponorogo Cari Jalan Tengah Perpanjang PPKM Mikro

Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo berencana untuk memperpanjang pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 22 Maret

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo berencana untuk memperpanjang pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 22 Maret 2021.

Ini menyusul telah turunnya Intruksi Mendagri nomor 5 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Mikro dan pengoptimalan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyebutkan saat ini kasus aktif Covid-19 di Ponorogo adalah yang tertinggi di Jawa Timur.

Untuk itu masih perlu dilakukan pengetatan guna menekan angka penularan Covid-19 di Bumi Reog.

Baca juga: Respon KLB, Demokrat Ponorogo Lantik BMI dan Gelar Doa Bersama

"Ya pasti (disesuaikan dengan Inmendagri) karena saat ini kita tertinggi (kasus aktif Covid-19)," kata Sugiri, Minggu (7/3/2021).

Ia bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Ponorogo akan menggelar evaluasi penerapan PPKM Mikro yang telah berjalan selama dua pekan terakhir.

"Kita akan rapatkan dengan Forpimda besok. Kita harus melakukan langkah konkrit," jelasnya.

Sugiri mengaku sudah menyiapkan sejumlah usulan agar ekonomi tetap berjalan di tengah perpanjangan penerapan PPKM Mikro nanti.

"Pasti akan ada penyesuaian tapi tetap kita cari jalan tengahnya, nanti pengetatannya seperti apa," tegas Sugiri.

Per 5 Maret 2021, kasus aktif Covid-19 di Ponorogo menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Dari total kumulatif 2.826 kasus Covid-19 di Ponorogo, 2.445 pasien telah diantaranya telah dinyatakan sembuh, dan 157 pasien meninggal dunia.

Sehingga jumlah pasien yang masih menjalani perawatan (kasus aktif) berjumlah 224 kasus.

Sedangkan Kota Surabaya berada di posisi kedua dengan jumlah 218 kasus aktif.

Dari jumlah 21.650 kasus kumulatif, 20.102 pasien telah dinyatakan sembuh, lalu 1.330 pasien meninggal dunia.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved