Breaking News:

Lerai Anak di Bawah Umur Berkelahi, Nasib Pemuda Gresik Berakhir di Pengadilan, Kronologi Terungkap

Terdakwa Aris Saputra (20), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik disidangkan di Pengadilan Negeri Gresik.

TribunJatim.com/ Sugiyono
Sidang kasus perkelahian di Gresik 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Aris Saputra (20), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik disidangkan di Pengadilan Negeri Gresik

Perkara tersebut bermula dari terdakwa melerai temannya  berkelahi dengan anak di bawah umur, Minggu (7/3/2021). 

Penasihat hukum terdakwa yakni Dwiki, mengatakan, awal hendak melerai temannya yang  berkelahi dengan anak dibawah umur pada, Rabu 9 Desember 2020, sekitar pukul 19.00 WIB. 

Baca juga: Respon KLB, Demokrat Ponorogo Lantik BMI dan Gelar Doa Bersama

Menurut Dwiki, dalam berkas dakwaan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Gresik, Esti Harjanti Candrarini, bahwa masalah ini berawal saksi korban sedang membeli bensin dengan temannya di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik

Kemudian, teman korban  turun dari motor. Sementara anak korban masih berada di atas motor. Namun, bola matanya memandang terdakwa yang sedang duduk bersama teman-temannya di teras rumah dengan pandangan kurang baik. 

Setelah itu, teman terdakwa menghampiri anak korban sambil bertanya, kenapa lihat-lihat?, Pertanyaan itu diiringi dengan pukulan. Untungnya, anak korban bisa menghindar dan terjadi keributan. 

Sedangkan, terdakwa hendak melerai. Namun, akibat kesel dan terpengaruh minuman keras, terdakwa mengambil pisau dan diacungkan ke anak korban. 

"Merasa takut, anak korban lari. Namun, terdakwa terus mengejarnya sambil mengayunkan pisaunya.  Akhirnya, terkena kepala bagian belakang anak korban. Usai melakukan penganiayaan, terdakwa berusaha lari. Sedangkan, anak korban ditolong warga dibawa ke Puskesmas Panceng," imbuhnya. 

Dari dakwaan tersebut, terdakwa dan penasihat hukum tidak keberatan. Sehingga, sidang dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi. "Kami juga akan ajukan saksi, bahwa terdakwa saat itu sedang mabuk. Semoga bisa menjadi pertimbangan hakim," katanya. (ugy/Sugiyono). 

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved