Breaking News:

Belum Sempat Dirasakan Warga Sampang, Bantuan Sosial Rp 15 Juta untuk Korban Covid-19 Ditiadakan

Kementrian Sosial RI mengeluarkan bantuan bagi korban meninggal dunia akibat dampak Pandemi Covid-19.

tribunjatim/hanggara
Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Jalan Rajawali Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Senin (8/3/2021). 

Reporter: Hanggara Pratama I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Kementrian Sosial RI mengeluarkan bantuan bagi korban meninggal dunia akibat dampak Pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp. 15 juta yang akan diberikan kepada setiap ahli waris korban meninggal.

Kendati demikian, bantuan yang dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) per tanggal 18 Juni 2020 itu saat ini dihapus sebelum dirasakan oleh para penerima di Kabupaten Sampang, Madura.

Padahal, sejumlah data korban dan penerima selaku ahli waris di Kota Bahari sudah diajukan sebanyak 12 orang kepada pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Fadeli mengatakan, bahwa pemberitahuan pembatalan bantuan sosial terhadap korban meninggal akibat pandemi sudah diterimanya.

Hal itu melalui SE dari Kemensos RI per tanggal 18 Februari 2021 Nomor: 150/3.2/BS.01.02/02/2/2021, tentang rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat pandemi covid-19.

"Untuk alasan pembatalan bantuan ini lantaran tahun 2021 tidak ada alokasi anggaran korban meninggal pandemi covid-19," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (8/3/2021).

Fadeli mengaku terkejut setelah mendapatkan informasi pembatalan bantuan tersebut sebab akan berpengaruhnya pada nasib keluarga korban di wilayah kerjanya.

Sehingga, pihaknya seketika menghubungi pihak Kemensos untuk menanyakan kejelasannya.

"Waktu kami hubungi melalui bisa telepon dan disampaikan jika pembatalan ini karena kondisi yang tidak memungkinkan," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengirim surat pemberitahuan kepada semua ahli waris untuk menyelaraskan pemahaman, di mana pembatalan ini merupakan keputusan langsung dari pemerintah pusat.

"Tentunya mereka sudah lama berharap, sehingga ada perhatian khusus dari Kementrian agar penerima tidak larut dalam harapan yang sudah dijanjikan sebelumnya," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved