Breaking News:

Klaim Lemot, Minat Petani Ponorogo Ikut Asuransi Masih Kecil

Minat para petani di Ponorogo untuk ikut asuransi usaha tani padi (AUTP) masih kecil.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/sofyan
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Meninjau Varietas Padi Unggul di Kecamatan Kauman, Ponorogo 

Reporter: Sofyan Arif Candra I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Minat para petani di Ponorogo untuk ikut asuransi usaha tani padi (AUTP) masih kecil.

Dari 34.801 lahan pertanian yang ada di Ponorogo, pada tahun 2020 hanya ada 380 hektare sawah yang terdaftar mengikuti AUTP.

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo, Medi Susanto menyebutkan jumlah tersebut masih belum memenuhi luasan sawah AUTP yang ditargetkan Pemkab Ponorogo.

"Target kita 500 hektare tapi kemarin hanya terpenuhi 380 hektare atau kurang lebih 76 persen," kata Medi, Senin (8/3/2021).

Salah satu penyebab kurang minatnya petani untuk mengikuti AUTP adalah pembayaran klaim yang dinilai terlalu lama.

"Petani ini kan butuh modal lagi untuk cepat bisa kembali menanam. Karena tak kunjung cair asuransi ini menjadi kurang menarik di mata petani," lanjutnya.

Padahal menurut Medi sebenarnya AUTP ini sangat membantu petani lantaran mendapakan klaim asuransi Rp 6 juta per hektare dengan syarat minimal kerusakan 75 persen.

"Maka dari itu kita juga koordinasikan dengan Jasindo supaya klaim itu bisa cepat tertangani. Sehingga bisa merangsang petani (untuk ikut AUTP)," jelas Medi.

Untuk tahun 2021, target luasan sawah yang mengikuti AUTP di Ponorogo masih sama dengan tahun 2020 yaitu 500 hektare

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved