Breaking News:

Terungkap Cara Pesan Layanan oleh Keluarga Asal Bandung dalam Kasus Prostitusi Online di Kediri

Terungkap cara pesan layanan esek - esek oleh keluarga asal Bandung Jawa Barat kepada pria hidung belang

tribunjatim/Farid
NR ibu korban T tersangka Prositusi Online anak asal Bandung Jawa Barat saat diwawancarai Kasatreskrim Polresta Kediri 

Reporter: Farid Mukarrom | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Terungkap cara pesan layanan esek - esek oleh keluarga asal Bandung Jawa Barat kepada pria hidung belang.

Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Thaib mengatakan bahwa modus yang dilakukan oleh tersangka Muncikari Deri Kurniawan, Nia Kurniasih dan Dika adalah menggunakan aplikasi Mi Chat.

"Mereka semua yang mengoperasikan aplikasi Mi Chat baik untuk M dan T. Kalau Deri Kurniawan mengoperasikan HP M, sedangkan Nia Kurniasih mengoperasikan HP T yang juga anak kandungnya," jelasnya.

Sementara itu sebelum melakukan transaksi esek - esek pelaku bisa membayar via transfer atau langsung dibayar di tempat.

Baca juga: Tiga Oknum Polisi di Surabaya Diamankan Paminal Mabes Polri Diduga Karena Setoran Bandar Narkoba

Untuk kasus T pria hidung belang membayar via transfer no rekening Nia Kurniasih atau Diki selaku orangtua dan Muncikarinya.

Sedangkan untuk M dibayarkan langsung usai melakukan transaksi esek-esek.

Untuk tarif yang dikenakan dalam sekali kencan juga bervariasi mulai 350 ribu sampai 800 ribu. Kalau transaksi pijat saja itu tarif yang dikenakan 250 - 350 ribu setiap jam.

"Untuk tarif sekali layanan pijat ini mulai 250 - 350 ribu. Kemudian jika mau ditambahkan layanan plus itu maka pelanggan ini harus menambahkan uang sekitar 350 ribu. Jadi total untuk keseluruhan layanan ada 700 - 800 ribu," jelas Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Thaib.

Setiap hari komplotan penjual layanan esek - esk ini melayani 1 - 5 tamu.
"Kalau untuk weekday minimal 1 tamu yang dilayani. Tetapi kalau weekend tamu yang dilayani ada 3-5 orang dalam sehari," imbuh Kasatreskrim Polresta Kediri.

Sementara itu Nia Kurniasih selaku ibu dari T yang tega jual anaknya ke pria hidung belang mengatakan bahwa pendapatan sejauh ini sudah mencapai 4.5 juta rupiah itu sudah terpotong biaya hotel dan kebutuhan makan selama ekspo.
"Dia (korban T) tiba-tiba datang ke sini ngomongnya mau membantu mama. Karena tahu mamanya terlilit hutang 3 juta ke orang. Saya sama sekali tidak pernah memaksa anak saya untuk melakukan itu," jelasnya.

NR mengaku bawa semua uang hasil dari prostitusi itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

"Saya punya anak 7 keluarga saya ini pemulung. Jadi semua uang hasil ini langsung saya kirimkan ke Bandung untuk kebutuhan minum susu anak saya di rumah," terangnya.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved