Breaking News:

Tidak Maksimalkan Fungsi Alat Elektronik Pendeteksi Pajak, RM Padang di Sampang Disegel Paksa

RM Padang di Kabupaten Sampang ditutup paksa Pemerintah Kabupaten. Sebab tidak memfungsikan secara maksimal alat elektronik pendeteksi pajak.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Rumah Makan (RM) Padang yang berlokasi di Jalan Rajawali, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura ditutup secara paksa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Rabu (10/3/2021) siang. 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Rumah Makan (RM) Padang yang berlokasi di Jalan Rajawali, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura ditutup paksa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Rabu (10/3/2021) siang.

Penutupan dilakukan lantaran rumah makan tersebut dinilai melanggar melanggar Peraturan Bupati (Perbup) nomer 8 tahun 2020 tentang Pendaftaran, pelaporan, pembayaran dan pengawasan pajak daerah melalui sistem elektronik.

Saat di lapangan, penutupan dilakukan langsung oleh pihak Badan Pengelolaan, Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) bersama pihak Kejaksaan Negeri Kasi Datun (Perdata Dan Tata Usaha Negara) dan didampingi oleh Satpol PP Kabupaten Sampang. 

Baca juga: Sempat Kesulitan Mandi hingga Buka Pintu, Begini Kondisi Terkini Lengan Kanan Marc Marquez

Baca juga: Bakteri Baik Ternyata Berperan Penting dalam Memerangi Covid-19, Bisa Didapat dari Bahan Alami Ini

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan BPPKAD Sampang, Choiriyah mengatakan, tindakan tegas tersebut dilakukan lantaran RM Padang telah memanipulasi data penghasilan.

Sebab, alat elektronik pendeteksi pajak tidak difungsikan secara maksimal.

"Alat PDT yang dari kita tidak digunakan secara maximal dan pembayaran pajaknya tidak sesuai omset, malahan alat yang dari kita dikembalikan," ujarnya.

Imbuhnya, "Sedangkan alat tersebut sudah kami pasang sejak bulan Februari 2020 lalu."

Baca juga: Persik Kediri Resmi Datangkan Dua Pemain, Eks Kalteng Putra dan PSM Makassar

Baca juga: Dinilai Mampu Atasi Dua Permasalahan Sekaligus di Arsenal, The Gunners Bidik Bintang Inter Milan

Ia menambahkan, jika tidak ada kesesuaian antara pajak yang dibayar oleh RM Padang beberapakali terakhir dengan tingkat keramaian pembeli.

"RM Padang juga sempat bayar beberapakali sekitar 800.000 - 1000.000, namun kalau dilihat dari ramainya pembeli, itukan kurang dari 10% PPN," terang wanita yang akrab di sapa Qorik itu.

Sementara, Kasi Pencegahan dan Operasi Dinas Satpol PP Sampang, Syamsul Mutammam menyampaikan, tidak bisa memberikan keterangan jelas dalam penindakan tersebut.

"Kami tidak bisa memberikan keterangan apa-apa soal penutupan ini karena hanya melakukan pendampingan," singkatnya.

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved