Breaking News:

Tinggal 70 RT Masuk Zona Kuning Covid-19 di Nganjuk, 7.128 RT Masuk Zona Hijau Berkat PPKM Mikro

Hingga kini, jumlah wilayah zona kuning penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk tersisa 70 rukun tetangga (RT)

Freepik
Ilustrasi Corona atau Covid-19 di Nganjuk 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Hingga kini, jumlah wilayah zona kuning penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk tersisa 70 rukun tetangga (RT).

Hal itu menunjukkan hasil positif dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk.

Wakil Bupati Nganjuk sekaligus Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, beberapa indikator membaiknya penanganan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk antara lain hingga tanggal 8 Maret 2021, angka kumulatif konfirmasi sebanyak 3.142 kasus. Dengan rincian kasus aktif sebanyak 92 orang atau 2,93 persen menurun dibandingkan satu bulan lalu sebesar 5,54 persen. Konfirmasi kasus sembuh sebesar 2.778 kasus atau mencapai 88,42 persen. Untuk konfirmasi meninggal sebesar 272 kasus atau 8,66 persen.

Baca juga: Juli Diprediksi Sekolah Tatap Muka, Giliran Guru Divaksin di Sekolah

"Adapun perkembangan zonasi saat ini hanya tersisa 70 RT yang masih berstatus zona kuning, dan sebanyak 7.128 RT lainnya sudah berstatus zona hijau. Ini perkembangan positif dalam pelaksanaan PPKM berskala mikro," kata Marhaen Djumadi yang telah kembali menjalankan rutinitas kerjanya setelah sembuh dari covid-19, Rabu (10/3/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, keterlibatan RT dan RW maupun tokoh masyarakat (tomas) dalam pencegahan COVID-19 dinilai lebih jitu dan ampuh. Dimana metode tersebut menggunakan mekanisme bottom cut atau diputus sejak dari bawah, dan tidak perlu menunggu program dari atas atau top down.

"Seperti yang dilaksanakn oleh Kabupaten Nganjuk, jumlah bed rawat inap isolasi yang awalnya 58 persen kini tingkat hunian rumah sakit tinggal 33 persen. Tingkat kesembuhan dari 86 persen meningkat menjadi 88 persen. Meskipun angka kematian masih dikisaran 8 persen tetapi ini dirasa sebagai perkembangan positif," ucap Marhaen Djumadi.

Hal itu, menurut Marhaen Djumadi, adalah tanda dan indikator baik dalam rangka penerapan strategi PPKM Mikro di Kabupaten Nganjuk. Dalam menangani COVID-19 ini pada ujungnya adalah tingkat kesadaran masyarakat dengan adanya PPKM Mikro yang cukup efektif. Dimana masyarakat ikut aktif terlibat dalam penanganan COVID-19.  

"Maka penerapan PPKM Mikro ini bisa menjadi standar maju dalam penanganan penyebaran covid-19," tutur Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved