Breaking News:

Berharap Dapat Air Bersih PDAM GResik, Warga Desa Hulaan Menganti Gresik Merasa Ditipu Oknum Desa

Paguyuban Masyarakat Gresik Selatan (MGS) resah atas dugaan penipuan penyaluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sebab, warga Desa Hulaan, menganti

ISTIMEWA
Petugas saat melakukan pengecekan fisik proyek pipanisasi PDAM Gresik di perumahan Greenland Menganti, Selasa (16/6/2020) 

Reporter : Sugiyono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Paguyuban Masyarakat Gresik Selatan (MGS) resah atas dugaan penipuan penyaluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sebab, warga Desa Hulaan Kecamatan Menganti, dijanjikan ada subsidi pembayaran sebesar Rp 1,750 Juta dari total pembayaran Rp 2,750 Juta, Kamis (11/3/2021).

Sekretaris umum MGS, Ainur Rofiq, mengatakan, bahwa Kepala Desa Hulaan pada bulan Oktober 2020 dan November 2020, telah menyampaikan kabar bahwa warga bisa mendapatkan air PDAM dengan membayar uang Rp 1 Juta.

"Alasannya, ada ulang tahun HUT PDAM Kabupaten Gresik, sehingga ada promo. Setelah diklarifikasi ke Dirut PDAM, ternyata tidak ada program tersebut," kata Ainur Rofiq kepada TribunJatim.com.

Akhirnya, warga semakin curiga, bahwa diduga ada penipuan dengan menyebut instansi PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik. Sehingga, warga meminta Bupati Gresik menuntaskan kasus tersebut. Sebab, dengan tidak adanya subsidi, akhirnya warga dipaksa membayar Rp 1,750 Juta dengan janji air bisa mengalir ke rumah warga.

Padahal, warga Desa Hulaan, yang sudah membayar Rp 1 Juta sebanyak 800 orang sampai saat ini belum menerima airnya. Jika ditotal, uang warga sebanyak Rp 800 Juta.

Baca juga: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Gandeng Ubaya untuk Dampingi BUMDes dan Digitalisasi UMKM

Baca juga: Gus Baha Membedah Tentang Isra Miraj

Baca juga: Aksi Curanmor Kembali Terjadi Di Kota Malang, Daihatsu Grand Max Hilang Saat Diparkir

"Janji dari Desa, dengan hanya membayar Rp 1 Juta, air PDAM sudah mancur sampai ke rumah warga. Kenyataanya, sampai sekarang air belum mengucur ke rumah warga," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Dari adanya dugaan penipuan penyaluran air PDAM ke warga Desa Hulaan, warga meminta program promo dengan uang Rp 1 Juta air mengalir ke rumah warga, terus dilanjutkan. Dan warga yang ingin mengundurkan diri, uangnya untuk dikembalikan.

Selain itu, warga meminta proyek pipa induk yang sudah terpasang untuk diperiksa kembali. Dan warga meminta agar dilakukan rapat terbuka bersama semua pihak, termasuk panitia, PDAM Guru Tirta dan pihak terkait.

"Warga juga meminta, penegak hukum untuk mengusut tuntas oknum yang membawa nama BUMD PDAM untuk mengeruk keuntungan pribadi," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Hulaan Kecamatan Menganti, Hamdani Widianto, mengatakan, Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ingin memberikan pelayanan kepada warga agar mendapat layanan air bersih. Sebab, sudah lama warga tidak mendapat air bersih dari PDAM.

"Akhirnya, saya bersama BPD membentuk panitia untuk mendapatkan layanan air bersih ke PDAM. Sehinga, semua urusan uang dari warga, dikelola oleh panitia. Saya dan BPD hanya mengawasi," kata Hamdani, melalui telepon selulernya.

Lebih lanjut Hamdani mengatakan, dari program penyaluran air bersih tersebut, tidak ada surat dari desa bahwa Desa memberikan janji kepada masyarakat adanya subsidi dari oknum kontraktor. Sehingga, diharapkan warga tetap melunasi biaya penyaluran air PDAM sebesar Rp 2,750 Juta.

"Saya hanya membentuk panitia penyaluran PDAM. Selanjutnya, diurusi oleh panitia. Saya hanya ingin masyarakat mendapat air bersih dari PDAM," katanya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved