Breaking News:

Bupati Jember Hendy Minta Penghulu di Jember Ikut Putus Mata Rantai Pernikahan Dini

Bupati Jember Hendy Siswanto mengajak penghulu di Kabupaten Jember berperan aktif dalam menekan angka pernikahan anak (sering disebut pernikahan dini)

TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Bupati Jember, Hendy Siswanto (kaus merah) saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Patrang, Jember, Sabtu (27/2/2021). 

Penulis : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Hendy Siswanto mengajak penghulu di Kabupaten Jember berperan aktif dalam menekan angka pernikahan anak (sering disebut pernikahan dini).

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Hendy ketika mengukuskan pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Jember di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Rabu (10/3/2021) malam.

Hendy kembali mengingatkan tentang tiga persoalan krusial di Jember yang harus ditangani oleh elemen lintas sektor, yakni tingginya angka stunting, angka kematian ibu (AKI) melahirkan, dan angka kematian bayi (AKB).

Pernikahan anak usia sebelum 19 tahun (pernikahan dini) disebut menjadi salah satu penyebab tiga persoalan tersebut. Oleh karena itu, kata Hendy, untuk menurunkan tingginya tiga persoalan itu, semua pihak harus turut mencegah terjadinya pernikahan anak.

“Kami sebagai penanggung jawab di Jember memohon bantuan para pengurus asosiasi penghulu yang baru saja dilantik untuk turut menyelesaikan persoalan tersebut,” ujar Hendy Siswanto kepada TribunJatim.com.

Hendy juga mengakui, persoalan ekonomi dan infrastruktur turut menjadi penyebab masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Jember.

Baca juga: Gus Baha Membedah Tentang Isra Miraj

Baca juga: Gagal Mencairkan Dana Insentif Kartu Prakerja? Ini 3 Penyebabnya, Pastikan e-Wallet Sudah Upgrade

Baca juga: Pantas Anak Presiden Bertekuk Lutut, Tabiat Nadya Dikuak Sahabat Cepat, Felicia Mundur Teratur

Hendy berharap, para penghulu di Jember bisa memberikan proteksi agar tidak terjadi pernikahan dini. Penghulu diharapkan mendorong pernikahan sesuai usia yang diperbolehkan oleh peraturan, yaitu minimal 19 tahun.

Pemerintah juga akan berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut, di antaranya memberikan tambahan asupan gizi untuk keluarga pra sejahtera, berpenghasilan rendah, juga ibu hamil, dan bayi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Jember Muhammad menjelaskan, pengukuhan pengurus APRI Cabang Jember tersebut dalam rangka membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

Terutama terkait dengan angka pernikahan dini dan perceraian yang sangat tinggi di Kabupaten Jember.

“Tingkat perceraian dan pernikahan dini di bawah usia 19 tahun sangat banyak sekali. Kita sudah berkoordinasi untuk membentuk satgas,” KATANYA kepada TribunJatim.com.

Muhammad menyebutkan bahwa angka perceraian yang sudah masuk di Pengadilan Agama pada tahun 2020 mencapai angka 5 ribu. Sedangkan angka pernikahan pada tahun yang sama hampir mencapai angka 21 ribu. Dari angka pernikahan itu, sejumlah pernikahan berusia tidak lama, karena persoalan ekonomi.

Menurut Muhammad, ke depan pihaknya bersama dengan Forkopimda akan menyosialisasikan konsekuensi dari pernikahan dini.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved