Breaking News:

Demi Biayai Sekolah Adik, Pemuda Gresik Nekat Edarkan Pil Koplo, Pelajar Jadi Pembelinya

Fikri Ahmad Ramadhan (22) warga Desa Setrohadi, Kecamatan Menganti dicokok Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik.

Willy Abraham/Tribunjatim
Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto (kiri) dan tersangka Fikri (tengah) di kantor BNNK Gresik, Jumat (12/3/2021). Foto : Willy Abraham 

Reporter: Willy Abraham I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Fikri Ahmad Ramadhan (22) warga Desa Setrohadi, Kecamatan Menganti dicokok Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik.

Dia menjadi pengedar narkoba gara-gara pekerjaannya sepi terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, juga untuk kebutuhan membayar sekolah kedua adiknya.

BNNK Gresik mengamankan tersangka di sebuah rumah kos di wilayah Randegansari, Kecamatan Driyorejo. Sebanyak 50 ribu butir pil koplo dan sabu seberat 5,18 gram diamankan petugas.

Dalam press release di kantor BNNK Gresik, tersangka Fikri alias Far mengaku sudah tiga bulan menjadi kurir barang haram ini. Dalam satu bulan, uang yang didapat sebesar Rp 1 sampai Rp 2 juta.

"Orang tua cerai, saya ngurusi adik, kebutuhan buat bayar sekolah. Adik saya dua, yang satu masih kelas 1 SMA dan 1 MI," kata Fikri kepada awak media, Jumat (12/3/2021).

Pemuda yang biasanya bekerja sebagai pedagang makanan ini harus meringkuk di balik jeruji besi.

Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Pasal 112 ayat 2 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kemudian Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan 3, Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto, mengatakan tersangka diamankan pada Sabtu (6/3/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved