Breaking News:

Jangan Mudah Posting Foto Anak di Medsos

Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Widyagama (UWG) Malang, Zulkarnain mengatakan hal itu setelah mengisi acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Sekolah

Benni Indo/Surya
Para pemateri dan peserta Sekolah Srikandi Desa berfoto bersama setelah berdiskusi tentang transaksi elektronik dan konsekuensi hukumnya. 

Penulis : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Para orang tua, sebaiknya jangan begitu mudah memamerkan foto anak di media sosial. Pasalnya, di laur sana banyak pihak yang bisa memanfaatkan foto-foto anak.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Widyagama (UWG) Malang, Zulkarnain mengatakan hal itu setelah mengisi acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Sekolah Srikandi Desa bertemakan ‘Cerdas Bermedsos: Saring sebelum Sharing, sembarang Sharing, Tanggung Risiko Hukumnya’, Rabu (11/3/2021). Acara tersebut juga bagian dalam rangka 50 tahun UWG dan pengabdian masyarakat.

Dipaparkan Zulkarnain, begitu orang tua mengunggah foto anaknya ke media sosial, maka foto itu bisa diakses oleh publik. Dengan begitu, orang lain bisa memiliki foto tersebut.

“Ketika mengunggah foto anak dan keluarga ke publik, maka ini bukan sudah milik pribadi, milik publik. Misal foto anak kita ginuk-ginuk cantik, bisa dimanfaatkan untuk iklan, maka mereka untung, sedangkan kita tidak,” paparnya kepada TribunJatim.com.

Ia mencontohkan kasus di Benua Eropa. Bagaimana orang begitu terobsesi untuk mendapatkan foto anaknya Wayne Rooney, mantan pesepakbola asal Inggris. Pasalnya, ada pihak-pihak yang berani bayar mahal bagi mereka yang bisa mendapatkan foto anaknya Rooney saat awal-awal kelahiran.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jatim Hari ini, Waspada Hujan Disertai Angin Kencang, Ini Wilayahnya

Baca juga: Kisah Kencan Pertama Nadya Terekspos, Gebetan Kaesang Curhat Pria Spesial, Sosok Hadiah Disorot

Baca juga: Tangis Calon Suami Resa di Telpon Sudah Takdir, Tunangan Tewas Laka Maut Bus, Impian Nikah Kandas

“Jadi, semua yang diposting ke ranah publik, maka menjadi milik publik. Selama tidak mencemarkan nama baik, itu tidak melanggar hak pribadi. Misal bisa menyebut sumber foto itu saja sudah selesai. Namun juga berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain,” katanya.

Penyalahgunaan inilah yang akan merugikan, terutama orangtua. Zulkarnain menegaskan, sekalipun yang dilakukan oleh pihak tertentu tentang foto anak sudah benar, namun tidak ada keuntungan bagi orang tua. Apalagi yang sampai merugikan nama baik keluarga.

“Sekalipun dibenarkan itu kita rugi, apalagi yang disalahgunakan. Sekalipun bisa lapor, tapi kan akan habis waktu, tenaga dan biaya. Maka perlu membatasi kecuali jika memang sudah disadari risikonya,” terangnya.

Ia juga menegaskan, bahwa UU ITE tidak serta merta ujuk-ujuk ingin membawa orang ke ranah pidana dan memenjarakan orang. Tujuan UU ITE bukan untuk menakut-nakuti rakyat, tujuannya adalah untuk menghindari maupun mengurangi potensi pelanggaran dalam transaksi elektronik.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved