Breaking News:

Lestarikan Tradisi, Warga Gresik Adakan Pagelaran Wayang Garingan

Perlahan-lahan, budaya kita bakal hilang tergerus dengan dunia gadget.Beruntunglah, kini Wayang garingan tanpa gamelan masih dilestarikan warga Gresik

istimewa
Pertunjukan wayang garingan di warga Ngabetan - Kecamatan Cerme, Jumat (12/3/2021). 

Reporter : Sugiyono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Perlahan-lahan, budaya kita bakal hilang tergerus dengan dunia gadget. Beruntunglah, kini Wayang garingan tanpa gamelan masih dilestarikan oleh masyarakat Gresik.

Hal itu diadakan dalam rangka tasyakuran warga di Desa Ngabetan - Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Jumat (12/3/2021).

Kesenian wayang garingan merupakan salah satu budaya Jawa sehingga dilestarikan dalam acara yang biasanya untuk tolak-balak dan juga untuk keselamatan bagi warga yang mempunyai acara.

"Ada dimensi da'wah, untuk mendidik masyarakat atau penonton dan ada dimensi Jawa maupun Islam," kata Dalang Ki H.Hasanudin, kepada wartawan.

Baca juga: LaNyalla, Ketua DPD RI : Pondok Pesantren Prototipe Civil Society

Baca juga: Gus Baha : Jangan Membuat Sulit Umat Dalam Menjalankan Syariat Islam

Baca juga: Umi Rahma Bantu Petani Bondowoso Dengan Membeli Tomat dan Ubi Berton-tonan

Hassanudin menambahkan, dalang pangruwat ini sebagai media sosialisasi para wali untuk menyebarkan ajaran Islam tanpa melalui perang, tetapi menyatu dengan budaya setempat.

"Maka tidak heran bila ada selipan huruf Jawa Ha Na Ca Ra Ka dalam pagelarannya," imbuhnya.

Sememtara, Badi yang punya studio production house di Dhawar- Mojokerto, saat menonton wayang gariangan tersebut, mengatakan, wayang garingan ini perlu dilestarikan dan diketahui oleh khalayak bayak.

"Agar masyarakat mau dan masih nguri-uri (melestarikan) adat jawa," kata Badi kepada TribunJatim.com

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved