Breaking News:

Pasca Sidak Jalan di Mengare, Bupati Gresik Dipertanyakan Anak Buah: Kenapa Sidak Hari Libur?

Penanganan jalan rusak menuju pulau Mengare di Kecamatan Bungah sudah carut marut sejak lama

Istimewa/ Tribunjatim.com/ Willy Abraham
Sidak Bupati Gresik disoal anak buahnya sendiri 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Penanganan jalan rusak menuju pulau Mengare di Kecamatan Bungah sudah carut marut sejak lama.

Mulai dari saling lempar tanggung jawab, hingga buruknya koordinasi di internal OPD tersebut. Termasuk dalam penyampaian laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Sebelum bertemu awak media, Kepala Dinas PUTR, Gunawan Setiaji menggelar diskusi terlebih dahulu bersama jajarannya, termasuk Bidang Bina Marga di lantai dua. Saat dikonfirmasi terkait perkembangan jalan rusak di Mengare, Gunawan malah balik bertanya, inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bupati. 

Baca juga: Nuntun Sepeda, Bupati Gresik Geleng-geleng Kepala Lihat Jalan Rusak di Mengare, Minta Maaf ke Warga

"Jadi masalahnya kenapa sidak bupati hari libur ? Cuman, begitu beliau datang, yang ada di sana hanya urukan saja," ucapnya.

Disinggung mengenai laporan pengerjaan jalan yang tidak sinkron kepada Bupati, terutama keberadaan alat berat milik Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memperbaiki paving, Gunawan menceritakan kronologinya. Menurutnya, dia sudah melaporkan bahwa ada alat berat untuk membenahi jalan menuju Mengare yang rusak karena paving-paving tidak beraturan.

Tepatnya pada pekan lalu, saat ada awal rencana Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau dan datang ke Mengare. Dia bersama Pj Sekda Gresik meninjau dan mengirim alat berat URC untuk persiapan menguruk sedikit jalan yang rusak. Seperti memberi urukan pasir kepada paving yang rusak.

Ternyata disaat yang bersamaan ada kegiatan Bupati bersama Forkopimda untuk ziarah dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Gresik

"Di sana ternyata ada permasalahan sampah saat mau ziarah. Terpaksa alat yang dibawa ke Mengare, kami tarik kembali untuk membersihkan sampah. Kemudian, akan kembali ke Mengare. Bannya meletus, kemarin sudah mobilisasi kesana. Besok kembali lagi," kata Gunawan.

Kondisi paving jalan yang dibiarkan rusak bertahun-tahun itu, akan dilaksanakan pengurukan saja. Proses pengurukan selesai, baru mulai lelang perbaikan jalan Mengare sejauh 2 kilometer. Perbaikan jalan yang menelan anggaran kurang lebih Rp 1 miliar itu, hanya untuk mengganti paving yang rusak saja.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved