Breaking News:

Harga Cabai Mahal, Produsen Sambal Pecel di Kota Blitar Batasi Produksi Agar Tak Rugi

Mahalnya harga cabai tembus Rp 110.000 per kilogram membuat pelaku industri rumah tangga sambal pecel di Kota Blitar kelimpungan. 

surya/samsul
Nia Setyowati (34) menunjukkan produksi sambal pecel di rumahnya, Jl Turi Selatan, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Senin (15/3/2021). 

Banyak pelaku industri rumah tangga sambal pecel di wilayah Kota Blitar, salah satunya Nia. 

Nia mulai memproduksi sambal pecel sejak 2019. Dia memasarkan produksi sambal pecel secara online di media sosial. 

Pelanggannya kebanyakan dari luar kota, bahkan TKW asal Blitar yang berada di Hongkong. 

Hampir tiap bulan, Nia memasok rata-rata 10 kilogram sambal pecel untuk TKW asal Blitar di Hongkong. 

Sebelum harga cabai mahal, Nia memproduksi sambal pecel setiap hari di rumah. 

Rata-rata, dia memproduksi 3 kilogram sambal pecel per hari. 

Sambal pecel miliknya dikemas dalam toples kecil dengan berat bersih 200 gram. Harga jualnya Rp 16.000 per toples kecil isi 200 gram. 

"Sekarang masih produksi tapi tidak tiap hari, hanya melayani pesanan dari pelanggan tetap. Itu cara saya bertahan agar pelanggan tidak hilang sambil menunggu harga cabai turun," ujar Nia. 

Menurutnya, dengan harga cabai di atas Rp 100.000 per kilogram otomatis biaya produksi sambal pecel miliknya ikut naik. 

Untuk satu kilogram kacang tanah biasanya Nia butuh seperempat kilogram cabai. 

Halaman
123
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved