Breaking News:

Banyak Keluhan Pelayanan PDAM, DPRD Gresik Minta Bupati Tegas: Dirut Tidak Ada Pelayanan Yang Ruwet 

Buruknya pelayanan air bersih di Kabupaten Gresik mendapat soratan DPRD Kabupaten Gresik. Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik meminta kinerja Perusahaan

TribunJatim.com/ Sugiyono
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat dengar keluhan warga soal PDAM 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Buruknya pelayanan air bersih di Kabupaten Gresik mendapat soratan DPRD Kabupaten Gresik. Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik meminta kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dikoreksi, Senin (15/3/2021). 

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad, mengatakan, pelayanan air bersih yang dikelola PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik perlu ada evaluasi. Sebab, banyaknya keluhan terhadap air bersih dari pelanggan menandakan kinerja manajemen kurang maksimal. 

Beberapa akhir ini, pelanggan dan masyarakat Gresik yang membutuhkan air bersih PDAM sering protes. Seperti unjuk rasa di Kantor PDAM Cerme, pelayanan saluran baru di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, air tidak mengalir di Perumahan PPS II, Jalan Optima, air macet di wilayah Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik dan ada juga pipa bocor serta air keruh. 

Baca juga: Penghapusan Pajak Mobil Baru Disambut Optimistis Akan Tingkatkan PAD Jatim

"Menurut saya perlu ada evaluasi kinerja menejemen, persoalan PDAM sudah aqut sekali. Tidak hanya persoalan pemasangan salura rumah saja yang amburadul, tapi banyak sekali pemasangan yang tidak terlayani dengan baik seperti yang terjadi di Desa Hulaan," kata Muhammad, anggota Fraksi PKB Kabupaten Gresik

Menurut Muhammad, stok air bersih di wilayah Kota Gresik tidak ada kekurangan, sebab sudah ada kerjasama kebutuhan air bersih dari Umbulan Pasuruan sebanyak 300 liter perdetik. Dengan diperkirakan besaran kebocoran sekitar 40 persen. 

Dengan melimpahnya pasokan air bersih tersebut, Muhammad menegaskan bahwa kurang baiknya manajemen PDAM dalam pengelolaan pasokan air bersih. 

"Alasan pipa bocor, karena pipa yang sudah lanjut usia, itu alasan yang dibuat-buat. Menurut kami, kurang mampunya menegemen dalam hal tehnik  mengatur pendistribusian air bersih," imbuhnya. 

Dari banyaknya pelayanan air bersih dari PDAM Giri Tirta tersebut, Muhammad Ketua Komisi IV, DPRD Kabupaten Gresik meminta Bupati Gresik untuk mengambil langkah tegas, sehingga masyarakat sebagai pelanggan dan Pemerintah Daerah dalam melayani masyarakat bisa lebih maksimal. 

"Kalau ini Bupati tidak segera turun, dikawatirkan PDAM  akan mengalami diskrimer dalam semua hal. Akhirnya akan merugikan masyarakat pengguna layanan air bersih," katanya. 

Sementara, Direktur Utama PDAM Giri Tirta Kabupateb Gresik, Siti Aminatus Zariah, mengatakan, pelayanan PDAM tidak ada yang ruwet. Sebab, permasahan pelayanan air bersih sudah ditangani. Seperti, pelayana sambungan rumah di Desa Hulaan Kecamatan Menganti itu masih kewenangan panitia di Desa. 

Selain itu, dari PDAM Kabupaten Gresik sudah menegaskan bahwa air siap mengalir ke calon pelanggan di Desa Hulaan Kecamatan Menganti, jika calon pelanggan sudah membayar biaya saluran rumah sebesar Rp 1,741,300. Baru air siap mengalir. 

"Sedangkan untuk di PPS II, Komplek Optima itu dataran yang paling tinggi. Dan saat ini siap membuat tandon di Bunder. Saat ini masih proses DED, itu solusi air arah ke Kecamatan Manyar," kata Siti Aminatus Zariah, yang akrap disapa Risa. (ugy/Sugiyono). 

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved