Breaking News:

Beli Ganja Gorila Sintetis Lewat Instagram, Pemuda 21 Tahun Asal Bogor Dicokok Polres Bangkalan

Satreskoba Polres Bangkalan menggagalkan pemesanan dan penggunaan Narkotika Golongan I jenis tembakau gorila atau ganja gorila sintetis dari tangan

Ilustrasi Tembakau Gorila 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Satreskoba Polres Bangkalan menggagalkan pemesanan dan penggunaan Narkotika Golongan I jenis tembakau gorila atau ganja gorila sintetis dari tangan seorang remaja, RFRP (21), asal Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

RFRP ditangkap saat hendak menerima paketan ganja gorila sintetis di Pos Satpam Perum Khayangan Residence, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Kamis (11/3/2021). Ganja gorila sintetis seberat 4,20 gram itu dipesan RFRP secara online melalui media sosial Instagram.  

Terungkapnya kasus ganja gorila sintetis tersebut menjadi atensi Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto saat gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pidana Narkoba periode akhir Januari-pertengahan Maret 2021 di mapolres setempat, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Viral Jembatan Seharga Rp 200 Juta di Gresik, Kades Buka Suara: Ditambah Paku Bumi

”Ini pertama kali ganja gorila sintetis masuk Bangkalan, seberat 4,20 gram dari remaja asal Bogor. Tersangka kategori pemakai, ia datang ke sini mengunjungi keluarganya,” ungkap Didik didampingi Kasatnarkoba Polres Bangkalan Iptu Iwan Kusdiyanto dan Kasi Propam Polres Bangkalan Iptu Heri Suharyanto.

Di hadapan Didik, RFRP mengaku, awalnya mengenal ganja gorila sintetis berdasarkan infomasi dari dari temannya. Setelah mencoba dari pemberian teman, ia kecanduan dan memesan sendiri melalui media sosial Instagram.

“Pengiriman ke Bangkalan dilakukan melalui jasa ekspedisi. Ganja jenis gorila ini telah beredar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan beberapa kali terungkap di Surabaya,” jelas Didik.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional, tembakau gorila mengandung ganja sintetis yaitu 5-fluoro ADB yang tercantum dalam daftar Narkotika Golongan I Nomor 95.

5-fluoro ADB atau yang dikenal juga sebagai 5F-MDMB Pinaca, merupakan Cannabinoid sintetik yang digunakan sebagai bahan aktif pembuatan ganja sintetik. Zat tersebut dianggap berbahaya setelah munculnya 10 kasus kematian di Jepang di tahun 2014.

Sama seperti ganja, namun penggunaan ganja sinetis ini berdampak lebih berbahaya. Pemakai tembakau gorila dapat menyebabkan pusing, kesenangan berlebih, mual dan muntah, gagal napas, kebiruan pada kulit, depresi hingga kematian.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved