Breaking News:

Marak Penipuan Jual-Beli Minyak Goreng Online, Warga Trenggalek Rugi Rp 12 Juta

Kasus penipuan jual-beli minyak goreng secara online tengah marak. Satreskrim Polres Trenggalek mengungkap dua kasus serupa dalam tempo beberapa

TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Kasus penipuan jual-beli minyak di Trenggalek 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK- Kasus penipuan jual-beli minyak goreng secara online tengah marak.

Satreskrim Polres Trenggalek mengungkap dua kasus serupa dalam tempo beberapa bulan terakhir.

Pertama, seperti diberitakan Surya.co.id Rabu (17/3/2021), polisi menangkap komplotan penipuan bermodus broker penjual minyak goreng tipu-tipu yang merugikan korban Rp 75 juta.

Kedua, polisi Trenggalek juga menangkap MD (25), warga Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya yang menipu seorang warga Trenggalek senilai Rp 12 juta.
Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan menjelaskan, tersangka MD menyaru sebagai karyawan sebuah perusahaan distributor minyak goreng berbagai merek.

Baca juga: Soal Buku Tarbiyah Jihadiyah Yang Disita Densus 88, Eks Jamaah Islamiyah: Jangan Salahkan Bukunya

Ia menawarkan minyak goreng lewat platform jual-beli di media sosial Facebook.

Harga yang ditawarkan oleh tersangka terbilang miring sehingga menarik minat korban, seorang warga Desa Manggis, Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

"Usai tanya jawab lewat Facebook, transaksi kemudian dilanjutkan lewat aplikasi perpesanan Whatsapp. Dari transaksi itu, ada kesepakatan jual-beli antara korban dan tersangka dengan nilai Rp 12,35 juta," kata Tatar, Kamis (18/3/2021).

Dengan nilai itu, korban berniat membeli 100 karton minyak goreng bermerek dari tersangka.

Harga tersebut lebih murah beberapa juta dibanding harga yang ada di pasaran.

Korban yang percaya kepada tersangka, kata Tatar, kemudian mengirim uang lewat transfer dua kali. Yakni, senilai Rp 6,35 juta dan Rp 6 juta.

"Minyak goreng dijanjikan akan datang dalam 1-2 hari setelah transfer selesai," ungkap Tatar.

Untuk meyakinkan korban, tersangka mengirimkan foto surat jalan yang menjadi bukti pengiriman barang. Namun setelah dicek, surat jalan itu ternyata palsu.

Merasa ditipu, korban pun melapor ke Polres Trenggalek.
"Setelah ada laporan, kami selidiki. Kami dapati informasi bahwa tersangka ada di Pamekasan. Petugas pun meluncur ke Pamekasan dan menangkap tersangka," tutur dia.
Dari pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka adalah residivis. Ia pernah ditahan untuk kasus lain.
Polisi mengancam tersangka dengan pasal 378 atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (fla)

Kumpulan Berita Trenggalek terkini

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved