Breaking News:

Satgas Covid-19 Berencana Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Jika Sudah Penuhi Syarat Ini

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 belum memberikan izin pembelajaran tatap muka kegiatan belajar mengajar untuk sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP

SURYA/Achmad Amru Muiz
Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 belum memberikan izin pembelajaran tatap muka kegiatan belajar mengajar untuk sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP.

Direncanakan, pembukaan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka baru diperbolehkan setelah 3/4 penduduk di Kabupaten Nganjuk mendapatkan vaksin covid-19.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, Satgas Penanganan covid-19 tidak mau ambil risiko dengan terburu-buru memperbolehkan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah-sekolah. Ini dikhawatirkan bisa terjadi penularan covid-19 secara luas kepada anak-anak yang mengikuti pembelajaran secara tatap muka.

Baca juga: Viral Jembatan Seharga Rp 200 Juta di Gresik, Kades Buka Suara: Ditambah Paku Bumi

"Semuanya tentu mengatahui dan menyadari betapa bahayanya covid-19 bila menular ke anak-anak. Karena meskipun diterapkan protokol kesehatan tetapi yang namanya anak-anak bisa abai saat di sekolah," kata Marhaen Djumadi yang juga Wakil Bupati Nganjuk, Jumat (19/3/2021).

Disamping itu, dikatakan Marhaen Djumadi, dari data sebaran covid-19 di Kabupaten Nganjuk meski sempat menunjukkan penurunan angka penambahan kasus positif corona setiap harinya, tetapi pandemi Covid-19 belum hilang sepenuhnya. Dimana meski jumlah penambahan kasus positif covid-19 semakin melandai tetapi belum berhenti sepenuhnya. 

Dengan demikian penerapan protokol kesehatan dengan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak masih harus dijalankan masyarakat.

"Kami tidak ingin penyebaran covid-19 kembali meledak di Kabupaten Nganjuk akibat masyarakat semakin tidak peduli. Makanya Satgas Covid-19 terus berupaya maksimal agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat," ucap Marhaen Djumadi.

Meski demikian, ungkap Marhaen Djumadi, Satgas Covid-19 akan terus mengevaluasi kondisi dan situasi dari perkembangan covid-19 di Kabupaten Nganjuk. 

Dan apabila dimungkinkan secara bertahap kegiatan masyarakat termasuk pembelajaran secara tatap muka di Sekolah bisa dilakukan. Karena pemulihan kegiatan masyarakat tidak bisa dilakukan secara serentak karena justru akan bisa menimbulkan risiko kluster baru covid-19.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, dewasa ini tingkat penyebaran covid-19 semakin melandai. Namun bukan berarti hal itu seluruh kegiatan masyarakan diperbolehkan semuanya seperti sebelum terjadinya Pandemi covid-19. Termasuk pelaksanaan PPKM skala mikro masih akan terus dijalankan sampai tanggal 22 Maret 2021 mendatang.

"Dan tidak tertutup kemungkinan PPKM skala mikro tersebut akan dilanjutkan sampai penyebaran covid-19 terhenti dan hilang," tandas Marhaen Djumadi.

Sementara berdasar data tim Satgas Penanganan Covid-19, tambah Marhaen Djumadi, hingga hari ini kasus positif corona di Kabupaten Nganjuk bertambah 7 kasus menjadi 3206 kasus positif corona. Untuk kasus positif corona dinyatakan sembuh sebanyak 2.844 kasus, dan kasus positif corona meninggal dunia mencapai 278 kasus.

"Dari data tersebut bisa dilihat angka penambahan kasus positif corona masih terus terjadi, termasuk angka kematian akibat covid-19. Hal inilah yang terus kami waspadai," tutur Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz)

Kumpulan berita Nganjuk terkini

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved