Breaking News:

Tingginya Pengangguran, Dewan Kritik Program Pelatihan yang Digelar Disperindag Sidoarjo

Dhamroni Khudlori, menilai program yang sudah dijalankan di beberapa kecamatan itu belum bisa menjawab persoalan tingginya pengangguran di Sidoarjo

M Taufik/Surya
Suasana rapat di gedung DPRD Sidoarjo, Jumat (19/6/2020) 

Reporter : M Taufik | Redaktur Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM, SIDOARJO – Program pelatihan kerja yang digelar Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di beberapa kecamatan di Sidoarjo mendapat kritik dari Komisi D DPRD Sidoarjo.

Ketua Komisi D, Dhamroni Khudlori, menilai program yang sudah dijalankan di beberapa kecamatan itu belum bisa secara spesifik menjawab persoalan tingginya pengangguran di Sidoarjo.

Politisi PKB itu menyebut, pemerintah masih lemah dalam hal tindak lanjut terkait pelatihan kerja. Seperti pendampingan peserta setelah lulu pelatihan dan sebagainya untuk membantu peserta mendapatkan atau menciptakan lapangan kerja.

“Semua kegiatan pelatihan kerja itu memang sangat berguna. Namun, pemerintah jangan cuma berhenti setelah memberi pelatihan saja. Harus ada pendampingan yang tepat kepada para peserta pelatihan. Supaya pelatihan tidak sia-sia,” kata Dhamroni, Jumat (19/3/2021).

Dicontohkan, setelah ikut pelatihan ketrampilan kerja, seharusnya peserta bisa diberikan program magang dan sebagainya supaya mereka bisa lebih dekat dengan dunia kerja. Dengan magang, skil atau ketrampilan yang didapat selama ikut pelatihan juga bisa lebih terasah.

“Misalnya peserta pelatihan barista. Kami rasa bisa dilantarkan untuk magang di café-café ternama yang ada di Sidoarjo. Karena yang punya jaringan ke pengelola-pengelola café atau perusahaan itu kan dinas,” lanjutnya.

Baca juga: Gantikan Laudya, Tak Sembarangan Sosok Noor Nabila Istri Baru Emran, Janda dengan Profesi Bergengsi

Baca juga: Sudah Jadi Pria Tulen dan Ganti Nama, Aprilio Manganang Masih Alami 1 Hambatan, Dokter Kuak Kondisi

Baca juga: Komplotan Pemeras Modus Open BO di Tulungagung, Ternyata Pakai Gadis Remaja

Bahkan, Dhamroni juga mengkritisi program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) yang dibuat oleh Delta Arta, bank milik Pemkab Sidoarjo. Dia menyebut, program itu rawan atau berpotensi terjadi penyelewengan jika tidak dibarengi dengan pola pendampingan yang tepat.

"Programnya bagus, untuk membantu dan meningkatkan pelaku UMKM. Namun harus dikawal dengan baik. Jangan sampai, warga ambil kredit bukan untuk usaha, tapi untuk uang muka beli motor atau kebutuhan di luar usaha,” khawatirnya.

Terpisah, Kepala Disnaker Sidoarjo Fenny Apridawati menyebut bahwa pelatihan kerja yang digelar untuk para calon pencari kerja sudah dikonsep secara matang. Disnaker juga mengaku sudah menyiapkan skema pendampingan bagi para peserta pelatihan yang sudah lulus.

“Peserta pelatihan yang sudah lulus, tetap ada pendampingan. Jadi bukan sekedar pelatihan ketrampilan saja,” kata Fenny.

Bahkan, dia menyebut bahwa sertifikat hasil pelatihan itu juga bisa untuk dijadikan lampiran saat para peserta melamar kerja. Tentunya berlaku bagi yang benar-benar selesai dan lulus dalam program pelatihan.

Sementara untuk peserta yang ingin membuka usaha sendiri, juga diperbolehkan. Dan ada pendampingan. Bahkan, jika membutuhkan modal usaha, pemkab juga memungkinkan untuk membantu melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).

"Ada pendampingan untuk membuka usaha secara mandiri, dan bisa mendapat bantuan modal kerja dari pemerintah juga,” imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved