Breaking News:

Ratusan SD di Sumenep Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Minta Patuhi Protokol Kesehatan

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menyebutkan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) sudah diterapkan.

tribunmadura/aliSyahbana
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Moh. Ikhsan saat memberikan keterangan di ruang kerjanya pada hari Jumat (19/3/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menyebutkan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) sudah diterapkan.

Dari 659 SD di Sumenep, sebanyak 524 SD diantaranya sudah dilakukan penerapan PTM secara penuh.

Sementara sisanya, yakni 135 SD itu dilakukan penerapan PTM dengan sistem shifh (secara bergantian) atau tidak penuh.

"PTM penuh itu empat jam dan secara shift hanya diberlakukan dua jam," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Moh Ikhsan saat ditemui di ruang kerjanya pada hari Jumat (19/3/2021).

Sekolah yang diizinkan melaksanakan PTM selama 4 jam itu katanya, yang jumlah siswanya dalam satu kelas tidak mencapai 20 orang siswa.

"Tujuannya agar selama di dalam kelas, siswa masih tetap memungkinkan untuk jaga jarak," tuturnya.

Jika sekolah yang siswanya dalam satu ruangbkelas lebih dari 20 orang, maka pelaksanaan PTM itu tidak penuh, atau dibagi menjadi dua shift.

Dua jam untuk shift pertama dan dua jam berikutnya untuk shift jam ke kedua.

Moh Iksan mengatakan, PTM boleh diterapkan karena selama uji coba tidak ada kasus baru Covid-19 dari klaster sekolah.

Dan bahkan hal ini dilakukan katanya, sesuai ddengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) RI.

"Itu merujuk pada surat edaran Kemendikbud," jelasnya.

Dari itulah pihaknya berharap, situasi Covid-19 di Kabupaten Sumenep terus terkendali sehingga PTM dapat berlangsung sebagai mestinya.

Moh. Iksan meminta agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.

"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada laporan ada siswa, guru, atau wali siswa yang terkonfirmasi Covid-19," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved