Breaking News:

Wali Kota Mojokerto, Ning Ita Mendongeng di Hadapan Puluhan Siswa, Peringati Hari Dongeng Sedunia

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membawakan dongeng kisah Kerajaan Majapahit saat memperingati Hari Dongeng Sedunia.

mohammad romadoni/surya
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mendongeng kisah kerajaan Majapahit di hadapan siswa dalam rangka Hari Dongeng Sedunia. 

Reporter : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membawakan dongeng kisah Kerajaan Majapahit saat memperingati Hari Dongeng Sedunia.

Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto ini
tampak begitu bersemangat saat mendongeng di hadapan puluhan siswa yang bertempat di pendopo Rumah Rakyat Jl. Hayam Wuruk.

Puluhan siswa dari SD 1 Gedongan 1, SDN 2 Gedongan, SMPN 3 dan SMPN 9 Kota Mojokerto tersebut begitu antusias bahkan mereka larut dalam cerita dongeng kisah para leluhur di masa kerajaan kala itu.

Meski tidak ada persiapan khusus Ning Ita kelihatan luwes saat mendongeng tentang asal nama Majapahit. Bahkan dia seakan bernostalgia seperti dikala mendongeng bersama anak-anaknya sepuluh tahun yang lalu.

Ning Ita mengatakan dongeng merupakan bagian dari kebudayaan yang saat ini
sedikit terdegradasi. Padahal, anak-anak diera ini masih sangat layak untuk mendengarkan dongeng dari orang tua maupun di sekolahnya.

Baca juga: Viral Meme Tulisan di Jembatan Kedungkandang, Kajari Kota Malang: Guyonan Harus Ada Batasannya

Baca juga: Jadwal Acara TV Besok Minggu, 21 Maret 2021: Ada Film Van Helsing di GTV hingga Ikatan Cinta di RCTI

Baca juga: Anang Keluhkan Ini ke Ashanty Seusai Gendong Aurel saat Siraman, Maia-Judika sampai Tertawa: Hahaha

"Bersamaan moment ini kita mengingatkan kembali bahwa dongeng itu masih layak masih memiliki nilai untuk terus kita budayakan di era kekinian," ungkapnya, Sabtu (20/3/2021).

Menurut Ning Ita, cerita dongen tertanam pesan moral yang dapat mempengaruhi perilaku dan anak-anak. Apalagi,
dongeng dapat dikemas lebih menarik dengan memanfaatkan teknologi audio visual maupun secara konvensional dengan menceritakan pada anak-anak.

"Meskipun dengan metode yang berbeda, konvensional atau menggunakan teknologi informasi terpenting substansi dari dongeng itu adalah kita menyampaikan pesan-pesan moral kepada anak-anak melalui sebuah cerita. Karena, pesan-pesan moral itu akan tertanam lebih kuat dalam pikiran mereka," ucap Ning Ita.

Adapun sekelumit dongeng yang dibawakan oleh Ning Ita:

'Hingga suatu hari Raden Wijaya menyampaikan keinginannya meminta lahan di hutan Tarik yang ada di wilayah Kediri. Hutan yang semula dipenuhi dengan tumbuhan, kini berubah menjadi pemukiman penduduk. Suatu ketika, seorang yang semangat bekerja merasakan kehausan, dia memetik dan memakan buah yang serupa dengan jeruk tapi kulitnya lebih halus. Rupanya, buah yang pahit ini bernama Maja. Sejak saat itu, Raden Wijaya menamakan wilayah Tarik sebagai Majapahit'

Dalam kesempatan ini, Ning Ita memberikan apresiasi berupa penghargaan pada keluarga almarhum tokoh penulis cerita dongeng Kota Mojokerto. Adapun penghargaan ini diberikan pada perwakilan keluarga Almarhumah Ismaniasita dan almarhum Trio F. Rony, karena berkat cerita dongeng Kota Mojokerto yang ditulis oleh keduanya, anak-anak generasi saat ini mengetahui cerita budaya Kota Mojokerto.

Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menambahkan peringatan Hari Dongeng Sedunia merupamenjadi salah satu agenda penting yang direncanakan akan digelar setiap tahun.

"Ini event pertama DKD dan akan menjadi kegiatan rutin tahunan dan harapannya akan lebih banyak lagi agenda yang kita untuk melestarikan dan memajukan budaya khususnya Mojopahit," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Kerajaan Majapahit

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved