Breaking News:

Triwulan Pertama 2021, Kebakaran Di Kota Malang Terjadi Sebanyak 13 Kali

Peristiwa kebakaran telah terjadi beberapa kali di Kota Malang. Terhitung mulai bulan Januari 2021 hingga pertengahan bulan Maret 2021,

Tribunjatim/kukuh kurniawan
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo 

Reporter : Kukuh kurniawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Peristiwa kebakaran telah terjadi beberapa kali di Kota Malang. Terhitung mulai bulan Januari 2021 hingga pertengahan bulan Maret 2021, telah terjadi 13 kali kebakaran.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa 13 kali kebakaran tersebut, mulai yang skalanya kecil hingga besar.

Skala besar kejadian kebakaran, seperti kebakaran pada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina 54.651.77 di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang pada hari Kamis (18/3/2021), dan bangunan semi permanen gudang mebel di Jalan Saxophone, Kota Malang pada hari Sabtu (6/2/2021).

"Dari 13 kejadian kebakaran di Kota Malang, penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik yang terjadi di dalam rumah maupun dari luar rumah. Berdasarkan catatan, kejadian kebakaran di tempat usaha sebanyak 6 kali, kebakaran di rumah 4 kali, dan kebakaran di kabel listrik sebanyak 3 kali," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (22/3/2021).

Dirinya menerangkan untuk pencegahan kejadian kebakaran khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan.

Baca juga: Gus Baha Pernah Merasakan Diejek, Dibully : Perih Sungguh

Baca juga: Ribuan Massa HMI asal Sulawesi Tiba Di Surabaya, Polisi Siapkan Pengamanan dan Akomodasi

Baca juga: Cerita Pria Gemetar Ketakutan Terima Kerjaan dari Menantu Jokowi, Mendadak Beda saat Makan Satu Meja

"Sedini mungkin instalasi listrik juga harus diperhatikan. Mungkin di sambungannya, di saklarnya, di stop kontaknya. Hal tersebut harus diperiksa," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya pun juga mengungkapkan, masyarakat harus melihat dan memperhatikan kondisi kabel listrik di rumahnya.

"Seperti kebakaran di daerah Ciptomulyo, saya lihat banyak sekali kabel yang tidak sesuai dengan standar. Misalkan arus listriknya tinggi, tapi pakai serabut yang tipis. Mereka berpendapat pakai segala kabel bisa mengalirkan listrik," terangnya.

Padahal resiko memakai kabel listrik tidak sesuai standar sangatlah besar. Bila terjadi hujan dan di dalam rumah mengalami kebocoran, maka dikhawatirkan kabel terkelupas dan menyebabkan kebakaran.

"Mungkin di tembok ada bocor, kabelnya terkelupas enggak terasa ada hubungan arus disitu. Karena beberapa hari yang lalu saat melakukan pemadaman, anggota juga ada yang terkena sengatan listrik karena kabelnya ada yang terkelupas. Tapi untungnya enggak sampai parah, cuma kaget aja," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Teguh Budi Wibowo mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang. Apabila akan meninggalkan rumah lebih dari satu hari, lebih baik copot beberapa saluran listrik.

"Kalau dari kami, apabila keluar rumah lebih dari satu hari, mungkin alat-alat listrik itu dilepas saja. Untuk mencegah terjadinya korsleting listrik," pungkasnya.

Berita tentang Kota Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved