Breaking News:

Berdayakan Warga di Magelang, Laznas LMI Beri Bantuan 15 Ekor Ayam Petelur

Jalan berdakwah memang berbeda-beda, ada yang memilih berdakwah melalui karyanya, profesinya dan ada pula cerminan dari kegiatan sehari-harinya

Istimewa/TribunJatim.com
LMI berdayakan warga di Magelang 

Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGELANG – Jalan berdakwah memang berbeda-beda, ada yang memilih berdakwah melalui karyanya, profesinya dan ada pula cerminan dari kegiatan sehari-harinya.

Setiap kita bisa menentukan menebar kebaikan dengan caranya masing-masing. 

Sama halnya dengan Pak Saruh warga asli Grabag, Magelang ini yang memutuskan berdakwah melalui aktifitas sehari-harinya. 

Dengan metode bill hikmah (contoh dalam kehidupan sehari-hari), dakwah ini lebih mudah diterima oleh warga di Dusun Kerug batur, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. 

Baca juga: Kolam Renang Khusus Hijabers di Gresik, Dibuat di Bekas Lokasi Galian Batu Kapur

Dai binaan Laznas LMI ini sudah 7 tahun berdakwah di tempatnya. Awalnya memang tak mudah, lelaki yang berusia 51 tahun ini sempat diusir beberapa kali dan tidak diterima oleh masyarakat. 

Namun perilaku baik yang dicerminkan pada masyarakat membuat para warga sadar bahwa Bapak yang bernama lengkap Saruh Sahroni ini baik dan ajaran yang disebarkannya baik pula. 

Sejak diterima oleh warga, Pak Saruh mulai mendirikan TPQ untuk belajar mengaji dan pelan-pelan mengajak para warga shalat berjamaah di Masjid.

Bapak dari 5 anak ini menyampaikan bahwa desa ini sangat perlu charge iman mengingat shalat Jumat sudah tak terlaksana sejak 7 tahun yang lalu. "Alhamdulillah sekarang masjid semakin ramai, para warga menjadi lebih baik," tutup Pak Saruh.

Lelaki paruh baya ini produktif merawat ayam petelur dukungan pemberdayaan dari Laznas LMI Perwakilan Jawa Tengah bersama Muallaf Center Indonesia. 

Pak Saruh menerima 15 ekor ayam, ini membuatnya semakin produktif karena mulanya ia hanya bekerja serabutan di kebun jahe dan kunir. 

Penghasilan dari berkebun tak banyak, kalau dihitung hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sedangkan TPQ yang didirikan Pak Saruh perlu biaya operasional termasuk perlengkapan mengaji.

Alhamdulillah, sedekah dan zakat para donatur semakin dirasa manfaatnya oleh mustahik. 

Semoga kebaikan ini bisa menjadi pemberat timbangan pahala kita di yaumul hisab. Teriring doa pula semoga para donatur diberikan rezeki yang berkah melimpah. 

Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved